Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Serap Keluhan BPJS, Banjir, dan Sampah Saat Reses

Rabu, 18 Feb 2026 13:58
    Bagikan  
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Serap Keluhan BPJS, Banjir, dan Sampah Saat Reses
Ist

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, berdialog dengan warga Desa Jatiseeng Kidul, Kecamatan Ciledug, saat reses masa sidang 2026–2027.

RINGKASNEWS.ID - Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia menerima sejumlah keluhan warga saat menggelar reses di Desa Jatiseeng Kidul, Kecamatan Ciledug, Minggu (15/2/2026).

Tiga isu utama yang mencuat yakni penonaktifan kepesertaan BPJS PBI, penanganan banjir di sekitar Sungai Cisanggarung, serta persoalan sampah yang belum tertangani optimal.

Dalam dialog bersama warga, Sophi menyoroti dampak penonaktifan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinilai menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut dia, sejumlah warga kesulitan mengakses layanan kesehatan karena status kepesertaan mereka tidak lagi aktif.

“Banyak warga yang baru mengetahui kepesertaannya nonaktif saat hendak berobat. Ini tentu memberatkan, apalagi bagi keluarga yang benar-benar bergantung pada jaminan kesehatan,” kata Sophi.

Ia menjelaskan, warga yang terdampak dapat menempuh mekanisme reaktivasi dengan terlebih dahulu memastikan statusnya dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, jika terdapat ketidaksesuaian data, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diterbitkan pemerintah desa melalui Puskesos.

“Kalau memang secara kondisi riil masuk kategori tidak mampu, silakan ajukan pembaruan data. Ada waktu tiga bulan untuk proses pembaruan desil tersebut,” ucapnya.

Selain isu kesehatan, persoalan banjir di sekitar Sungai Cisanggarung turut menjadi perhatian. Warga menyebut luapan sungai kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi dan berdampak pada permukiman.

Sophi menilai penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menyebut perlu koordinasi lintas kewenangan, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai yang memiliki tanggung jawab terhadap infrastruktur sungai.

“Persoalan sungai menjadi kewenangan BBWS. Kami akan dorong koordinasi agar ada langkah penanganan yang lebih komprehensif,” kata dia.

Masalah lain yang mengemuka adalah pengelolaan sampah. Warga menilai sistem yang berjalan saat ini belum efektif, termasuk kondisi di TPAS Kubangdeleg yang disebut masih menggunakan pola pembuangan terbuka.

Menurut Sophi, DPRD bersama pemerintah daerah tengah mendorong modernisasi sistem pengelolaan sampah agar lebih tertata dan ramah lingkungan. Ia berharap dalam dua tahun ke depan sudah terlihat perkembangan signifikan.

“Kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi sekadar buang dan timbun, tetapi ada sistem yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan warga, Udin, mengatakan persoalan BPJS PBI menjadi keluhan paling mendesak. Ia menyebut beberapa warga harus menunda pengobatan karena terkendala status kepesertaan.

“Kami berharap ada solusi cepat. Jangan sampai masyarakat kecil kesulitan berobat hanya karena masalah administrasi,” kata Udin.

Ia juga meminta perhatian serius terhadap pencegahan banjir dan penanganan sampah di tingkat desa. Menurut dia, penumpukan sampah di sejumlah titik kerap menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kesehatan warga, terutama saat musim hujan.

Reses tersebut menjadi forum bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada legislatif. DPRD Kabupaten Cirebon memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar penanganannya dapat dilakukan secara bertahap dan terukur.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Penumpang Kereta Wajib Tahu, Ini Batas Bagasi yang Berlaku di Daop 3 Cirebon
Ini Daftar U-Turn yang Ditutup di Kota Cirebon Jelang Arus Mudik Lebaran
Santika Indonesia Area Cirebon dan Kuningan Siapkan Paket Halal Bihalal, Apa Saja Pilihannya?
Akses Truk Proyek Perumahan Ditutup, CEO Trusmi Group Tempuh Jalur Hukum
Jelang Mudik Lebaran, Satlantas Polres Cirebon Kota Petakan Titik Rawan Macet di Jalur Pantura
MIN 2 Cirebon Bangun Tradisi Mengaji Bersama Orang Tua dan Siswa
BPD Gintungranjeng Minta Klarifikasi Penggunaan Dana Desa 2022–2025, Kuwu Belum Merespons
Rencana IGD 24 Jam di Puskesmas Kota Cirebon Dapat Sorotan DPRD
Jelang Lebaran, BI Cirebon Siapkan Rp3,89 Triliun untuk Penukaran Uang dan 14.900 Paket bagi Masyarakat
Mobil Terbakar di Rest Area KM 130 Tol Cipali Saat Pengemudi Beribadah
DPRD Kabupaten Cirebon Minta Pajak Sektor Hiburan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD
Pemerintah Pulangkan Warga Cirebon Korban Perdagangan Orang di China
SMSI Kota Cirebon Peringati HUT ke-9 dengan Berbagi Sembako dan Buka Puasa Bersama
Festival Ramadan Ramai Pengunjung, Wali Kota Cirebon Minta Lalu Lintas Ditata
Pembangkit Tetap Andal Sepanjang 2025, Cirebon Power Aktif Jalankan Program CSR
Simulasi Kendaraan Mogok di Rel, KAI Daop 3 Cirebon Edukasi Petugas dan Pengguna Jalan
Indosat Tingkatkan Kapasitas Jaringan di Jalur Mudik dan Titik Strategis
Musrenbangdes Gintungranjeng Bahas Prioritas Pembangunan Desa 2026
Evaluasi PAD, DPRD Kabupaten Cirebon Minta Bapenda Maksimalkan Potensi Pajak Daerah
DPRD Kabupaten Cirebon Sampaikan Pokir 2027, Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga