RINGKASNEWS.ID - Jalur kereta api di Stasiun Bumiayu, Brebes yang sempat terganggu akibat anjloknya KA Bangunkarta, kini sudah kembali dapat dilalui. Perbaikan dilakukan setelah petugas bekerja intensif sejak insiden terjadi pada Senin (6/4).
PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon memastikan jalur telah dibuka kembali pada Selasa (7/4) pukul 04.08 WIB, setelah proses evakuasi rangkaian kereta dan perbaikan rel dinyatakan selesai.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, penanganan dilakukan secara maraton dengan melibatkan tim teknis dan manajemen di lapangan.
“Selama kurang lebih 11 jam, kami melakukan evakuasi rangkaian, perbaikan jalur, serta rekayasa pola operasi untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan,” ujar Muhibbuddin, Selasa (7/4).
Meski jalur sudah bisa dilalui, perjalanan kereta untuk sementara masih berjalan dengan kecepatan terbatas. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi rel benar-benar aman pasca-perbaikan.
“Untuk saat ini kecepatan dibatasi sekitar 20 kilometer per jam, dan akan ditingkatkan secara bertahap setelah evaluasi teknis,” kata dia.
Insiden tersebut berdampak pada operasional kereta di wilayah Daop 3 Cirebon. Tercatat sebanyak tujuh perjalanan kereta dibatalkan, sementara 27 perjalanan lainnya dialihkan melalui jalur memutar via Semarang.
Selain itu, KAI juga mencatat sebanyak 273 tiket dibatalkan selama periode 6 hingga 7 April 2026. Bagi pelanggan yang terdampak, perusahaan memberikan pengembalian dana secara penuh.
“Refund dapat diajukan di stasiun hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan. Kami juga memberikan kompensasi berupa service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan signifikan,” ucap Muhibbuddin.
Ia mengakui, dalam penanganan gangguan tersebut masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait layanan kepada pelanggan di tengah situasi darurat.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, baik saat perjalanan terganggu maupun ketika menunggu kepastian jadwal dan proses refund. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” tuturnya.
Ke depan, KAI Daop 3 Cirebon memastikan akan terus memperkuat sistem penanganan gangguan agar respons di lapangan semakin cepat dan layanan kepada pelanggan tetap terjaga.
“Keselamatan dan pelayanan pelanggan adalah prioritas utama kami. Setiap kejadian menjadi evaluasi untuk meningkatkan keandalan layanan ke depan,” tutup Muhibbuddin.
