Herman Khaeron Sebut APBN 2027 Jadi Alat Lindungi Rakyat

Kamis, 21 May 2026 06:08
    Bagikan  
Herman Khaeron Sebut APBN 2027 Jadi Alat Lindungi Rakyat
Ist

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron.

RINGKASNEWS.ID - Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat di tengah situasi global yang belum menentu.

Hal itu disampaikan Herman usai mendengar pidato Presiden RI dalam Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.

Menurut Herman, APBN tidak hanya menjadi dokumen keuangan negara, tetapi juga instrumen untuk menjaga kesejahteraan rakyat.

“APBN bukan sekadar dokumen administratif. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, memperkuat sendi negara, dan mensejahterakan masyarakat,” kata Herman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai target pertumbuhan ekonomi yang dipasang pemerintah untuk 2027 cukup menantang. Meski begitu, target tersebut dinilai masih realistis jika dibarengi langkah yang konsisten.

Pemerintah diketahui menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Sementara pendapatan negara diproyeksikan mencapai 11,82–12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Adapun belanja negara diperkirakan berada di kisaran 13,62–14,80 persen dari PDB, dengan defisit anggaran sekitar 1,8–2,4 persen dari PDB.

Menurut Herman, pemerintah perlu terus memperkuat sektor ekspor dan mengurangi ketergantungan terhadap impor agar ekonomi nasional tetap stabil.

Ia juga menilai program hilirisasi industri dan peningkatan daya saing produk dalam negeri perlu terus didorong.

Selain itu, Herman menyoroti target inflasi yang dijaga di rentang 1,5–3,5 persen. Ia menilai langkah itu penting untuk menjaga kestabilan harga barang dan jasa di masyarakat.

Di sektor energi, Herman mendukung percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk tenaga surya dan pengolahan sampah menjadi energi.

Ia juga menilai asumsi harga minyak mentah dunia sebesar 70–90 dolar AS per barel masih realistis di tengah kondisi geopolitik global saat ini.

Tak hanya itu, Herman turut menyinggung pentingnya pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam, termasuk dugaan praktik under invoicing yang dinilai merugikan negara.

“Kalau itu benar terjadi, tentu tidak boleh dibiarkan terus menerus. Semua lembaga negara harus diperbaiki, termasuk tata kelola di Bea Cukai,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengatakan pemerintah tetap perlu memberi ruang bagi sektor swasta untuk berkembang dan ikut menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kuasa Hukum 18 Pemegang Saham Minoritas Bantah Klaim Manajemen RS Permata Cirebon
Terminal Bayangan Dinilai Jadi Penyebab Sepinya Terminal Harjamukti Cirebon
Aiptu N, Oknum Polisi Polres Tegal Kota, Diduga Aniaya Warga Cirebon hingga Luka Bakar 47 Persen
Era Digital Jadi Tantangan Penguatan Nasionalisme, Ini yang Dibahas Kodim 0614 Kota Cirebon
Tanggapi Somasi Pemegang Saham, Manajemen RS Permata Cirebon Berikan Penjelasan
KAI Daop 3 Cirebon Beri Pembinaan kepada Petugas Jalur, KPJR, dan Penjaga Perlintasan
Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase
Empat Marketplace Resmi Pungut PPh Pedagang Online, DJP: Bukan Pajak Baru
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Pentingnya Pelayanan untuk Masyarakat
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Berlanjut, Pemegang Saham Minoritas Kirim Somasi Final
Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Disdukcapil dalam Pembahasan APBD 2025
Libur Sekolah Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta di Daop 3 Cirebon
Polresta Cirebon Beberkan Hasil Ungkap Kasus Juni 2026, Curanmor Masih Mendominasi
Polresta Cirebon Musnahkan Miras dan Ribuan Knalpot Brong, Nilai Barang Bukti Capai Rp1,1 Miliar
Harmonika Reyharp Jadi Pembeda dalam Penampilan Aldi Taher di Localfest 2026
Kini Ada Shuttle dari Stasiun Cirebon ke Kuningan, Tarifnya Rp50 Ribu
Kios Bakso di Kota Cirebon Terbakar Saat Ganti Tabung Gas, Satu Karyawan Terluka
Wakil Ketua DPRD Minta Kader PMII Tak Apatis terhadap Persoalan Bangsa
Bukan Sekadar Reuni, Ikasmanda '93 Konsisten Gelar Donor Darah Selama 7 Tahun
Topeng Cirebon Bukan Sekadar Seni Pertunjukan, Simpan Nilai Filosofis dan Spiritual