Perlintasan Liar di Patokbeusi Subang Ditutup KAI Daop 3 Cirebon

Rabu, 20 May 2026 08:09
    Bagikan  
Perlintasan Liar di Patokbeusi Subang Ditutup KAI Daop 3 Cirebon
Dok.Daop 3

Petugas KAI tengah melakukan penutupan perlintasan liar di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang.

RINGKASNEWS.ID - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menutup perlintasan sebidang liar di KM 92+7/8 Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Selasa (19/5). Penutupan dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Kepala Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto mengatakan, perlintasan tersebut merupakan akses ilegal atau tidak terdaftar secara resmi. Selain itu, lokasi tersebut juga tidak dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai.

“Perlintasan ini tidak dijaga, tidak memiliki rambu keselamatan, dan lebarnya kurang dari dua meter,” ungkap Sigit.

Menurutnya, keberadaan perlintasan liar cukup berisiko karena dapat memicu kecelakaan di jalur kereta api, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta itu sendiri.

“Perlintasan tidak resmi menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan di jalur kereta api,” katanya.

Sigit menjelaskan, penutupan dilakukan sesuai aturan terkait perlintasan sebidang yang mewajibkan setiap akses melintasi rel memiliki syarat teknis dan administrasi yang jelas.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penertiban serentak yang dilakukan KAI di berbagai wilayah operasional di Pulau Jawa dan Sumatera. Secara nasional, ada 172 titik perlintasan liar yang ditutup.

“KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan pihak terkait dalam penanganan perlintasan liar. Keselamatan menjadi prioritas utama,” ucapnya.

KAI juga mengimbau masyarakat agar menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan dan tidak membuka akses baru secara ilegal di sekitar jalur rel.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. Jangan membuat ataupun menggunakan perlintasan liar karena risikonya sangat tinggi,” tutur Sigit.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Perlintasan Liar di Patokbeusi Subang Ditutup KAI Daop 3 Cirebon
HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Prajurit TNI Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kesenden
Rumah Warga di Dukuh Semar Terbakar Usai Hujan Deras Guyur Kota Cirebon
Hotel Santika Cirebon Hadirkan Promo Libur Panjang dan Kuliner Khas Daerah
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dorong Semangat Belajar Lewat Penyaluran PIP
422 Atlet Kabupaten Cirebon Jalani Tes Fisik Jelang PORPROV Jabar 2026
Kuwu Luwung Kencana Bantah Isu Korupsi Dana Desa, Sebut Sudah Diperiksa Inspektorat
23 Ruas Jalan di Kabupaten Cirebon Mulai Diperbaiki, Pemkab Percepat Lelang Proyek 2026
KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 21 Ribu Tiket Selama Libur Panjang
Anggota DPRD Kota Cirebon Minta Wali Kota Duduk Bersama Bahas Masalah Sosial
Aksi Curanmor di Area RSPAD Kota Cirebon Digagalkan Warga dan Polisi
Satlantas Polres Cirebon Kota Evaluasi Sejumlah Jalan Rawan Laka dan Macet
Wajah Depan Stasiun Cirebon Ditata Ulang, Area Parkir Dibuat Lebih Estetis
Seorang Pria di Cirebon Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi Rumahnya
Warga Kota Cirebon Keluhkan Catat Meter PGN Hanya Dilakukan Tiga Bulan Sekali
Modus Tukar Kartu ATM, Sindikat Lintas Daerah Gasak Uang Nasabah di Cirebon
Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Mahkota Binokasih di Kota Cirebon
Warung di Pandesan Cirebon Dirusak Geng Motor, Dua Orang Ditangkap
Sempat Dikira Istirahat, Pria di Trotoar Tuparev Ternyata Sudah Meninggal
Dandim 0614/Kota Cirebon Dibuat Kaget Sesaat Setelah Pulang Dinas, Ternyata Ini Penyebabnya