RINGKASNEWS.ID - Kuwu Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Mustofa, memberikan klarifikasi terkait kabar dugaan korupsi anggaran desa yang ramai beredar di media sosial.
Mustofa menegaskan, seluruh program desa sejak 2022 hingga 2025 telah dilaksanakan sesuai perencanaan. Menurut dia, penggunaan anggaran desa juga sudah melalui monitoring dan pemeriksaan dari pihak terkait.
“Semua program sudah dilaksanakan dan sudah dimonev oleh pihak kecamatan maupun diperiksa Inspektorat,” kata Mustofa, Jumat (15/5/2026).
Ia mengatakan, hasil pemeriksaan tidak menemukan persoalan besar dalam pengelolaan anggaran desa. Jika ada temuan administrasi, kata dia, hal itu sudah ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Kalaupun ada temuan kecil, itu bisa dikembalikan. Alhamdulillah tidak ada temuan yang besar,” ujarnya.
Mustofa menilai, pembangunan yang terus berjalan di Desa Luwung Kencana menjadi bukti bahwa roda pemerintahan desa tetap berjalan normal.
Ia mengatakan, pemerintah desa terus berupaya menjalankan program pembangunan demi kemajuan desa dan kepentingan masyarakat.
“Dari tahun 2022 sampai 2026 kami terus berupaya membangun desa agar lebih maju,” katanya.
Terkait laporan dugaan korupsi yang kini ditangani Unit Tipidkor Satreskrim Polresta Cirebon, Mustofa memastikan pihak desa bersikap kooperatif.
Menurut dia, aparat kepolisian bersama Inspektorat juga telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Desa ikut mendampingi saat pengecekan fisik. Alhamdulillah semuanya sudah dilaksanakan dan tidak ada penemuan apa pun,” ucapnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.
“Saya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi berita hoaks. Mari sama-sama menjaga desa tetap kondusif dan terus maju,” tuturnya.
Sebelumnya, informasi terkait dugaan korupsi anggaran desa di Desa Luwung Kencana sempat beredar di media sosial. Informasi itu menyebut adanya laporan dugaan penyalahgunaan anggaran APBDes tahun 2022 hingga 2024 dengan nilai dugaan kerugian negara sekitar Rp800 juta.
