RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Kota Cirebon bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda pada Minggu (10/5/2026) malam. Kegiatan budaya tersebut akan melibatkan delegasi seni dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kirab budaya dijadwalkan dimulai pukul 18.00 WIB dari kawasan Gedung BAT atau Taman Pedati Gede dan berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan. Rute sepanjang sekitar 2,1 kilometer itu akan melintasi sejumlah ruas jalan di kawasan heritage Kota Cirebon.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan, persiapan terus dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Kami sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan pihak provinsi. Hari ini juga dilakukan pengecekan langsung ke lapangan supaya apa yang masih kurang bisa segera dibenahi sebelum pelaksanaan,” kata Edo, Jumat (8/5).
Menurutnya, kawasan depan Gedung BAT dipilih sebagai titik awal kirab karena dinilai representatif dan memiliki nilai sejarah yang kuat. Selain menyiapkan teknis acara, pemerintah juga mulai melakukan penataan di sepanjang jalur kirab.
Beberapa titik vandalisme di dinding toko dan tembok akan dibersihkan, spanduk yang sudah tidak layak ditertibkan, hingga perbaikan jalan berlubang di sekitar rute kegiatan.
“Kami ingin kawasan yang dilalui kirab terlihat lebih rapi dan nyaman. Penataan ini juga sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercantik kawasan heritage Kota Cirebon,” ujarnya.
Selain itu, penertiban sementara terhadap pedagang kaki lima juga akan dilakukan selama acara berlangsung agar jalur kirab tetap tertata.
Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi menuturkan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya Sunda dan penataan kawasan bersejarah di Kota Cirebon.
“Kegiatan ini membawa semangat kebersamaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah. Harapannya, setelah acara ini ada perhatian lebih untuk penataan kawasan Kota Tua Cirebon,” tutur Dedi.
Ia menjelaskan, kirab budaya merupakan bagian dari napak tilas sejarah Mahkota Binokasih yang menjadi simbol pemersatu Tatar Sunda. Karena itu, seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat dan menampilkan kesenian khas daerah masing-masing.
Dalam kirab nanti, iring-iringan budaya akan dimeriahkan oleh kuda tunggang, Kereta Kencana Mahkota Binokasih, hingga pertunjukan seni dari tiap daerah di Jawa Barat.
Sementara itu, Polres Cirebon Kota juga menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur kirab. Polisi memperkirakan kegiatan tersebut akan dipadati masyarakat karena digelar pada akhir pekan dan berlangsung di pusat kota.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, Hadi Suryanto, mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif selama kegiatan berlangsung guna menghindari kepadatan kendaraan.
“Kami akan melakukan pengaturan arus di beberapa titik agar kegiatan berjalan aman dan masyarakat tetap nyaman saat beraktivitas,” ucapnya.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga unsur keraton juga akan disiagakan selama acara berlangsung untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
