Rumah Warga Banyak Ambruk, DPRD Soroti Lambannya Respons Pemkot Cirebon

Senin, 4 May 2026 15:26
    Bagikan  
Rumah Warga Banyak Ambruk, DPRD Soroti Lambannya Respons Pemkot Cirebon
Ist

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti.

RINGKASNEWS.ID - Kejadian rumah warga ambruk di Kota Cirebon makin sering terjadi. Di beberapa titik, warga mendadak harus kehilangan tempat tinggal karena bangunan yang sudah rapuh akhirnya roboh.

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon dari Fraksi PAN, Rinna Suryanti, menilai kondisi ini perlu ditangani lebih cepat. Ia mengatakan, saat rumah warga sudah roboh, yang dibutuhkan adalah kepastian bantuan, bukan proses yang berlarut.

“Warga butuh cepat. Kalau terlalu lama, mereka harus bertahan dengan kondisi yang tidak layak,” kata Rinna, Senin (4/5/2026).

Ia menyebut, jumlah rumah ambruk saat ini sudah mencapai 271 unit. Angka tersebut berasal dari laporan yang terus bertambah, termasuk di awal tahun 2026.

Menurut Rinna, sebagian besar rumah ambruk terjadi karena kondisi bangunan yang sudah lama tidak layak, ditambah keterbatasan ekonomi warga untuk memperbaikinya.

“Banyak yang sebenarnya sudah rapuh sejak lama, tapi tidak tertangani,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti proses penanganan yang dinilai masih lambat. Mulai dari pengajuan bantuan, survei lapangan, hingga pencairan anggaran disebut belum berjalan maksimal.

“Bahkan untuk yang 2026, surveinya belum semua jalan. Ini yang harus dipercepat,” katanya.

Rinna menilai pemerintah daerah perlu memperbaiki koordinasi antarinstansi agar penanganan tidak tersendat. Selain itu, pemanfaatan anggaran seperti Belanja Tidak Terduga (BTT) juga diminta lebih optimal.

“Kalau anggaran ada, harus bisa langsung dirasakan warga,” ucapnya.

Ke depan, ia mendorong agar penanganan rumah tidak layak huni dilakukan secara lebih terencana, bukan hanya saat kondisi sudah darurat.

“Jangan menunggu ambruk dulu baru bergerak,” kata Rinna.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rumah Warga Banyak Ambruk, DPRD Soroti Lambannya Respons Pemkot Cirebon
PMK 28/2026 Terbit, Pengembalian Pajak Kini Lebih Cepat
KAI Daop 3 Cirebon Catat 35 Ribu Penumpang Selama Libur Panjang Mei
KAI Cirebon Isi Hari Buruh dengan Santunan, Penghijauan, dan Edukasi
KLB Campak di Ciwaringin, Puskesmas Siapkan Imunisasi Serentak untuk 2.400 Balita
Pengguna Jalan di Jatibarang Segera Nikmati Underpass yang Lebih Nyaman
Motor Curian Terlacak GPS di Cirebon, Curanmor Asal Indramayu Dibekuk Polisi
OJK Cirebon Catat Kinerja Positif Sektor Jasa Keuangan di Ciayumajakuning
KAI Daop 3 Cirebon Buka Layanan Refund Penuh bagi Penumpang Terdampak Insiden Bekasi Timur
Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah, 15 Meninggal dan 76 Terluka
Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah KA di Wilayah Cirebon Terlambat dan Dibatalkan
Di Balik Penghargaan untuk OJK Cirebon, Ada Upaya Mendorong Masyarakat Melek Keuangan
Hari Bakti Pemasyarakatan, Lapas Narkotika Cirebon Salurkan Gerobak Usaha untuk Warga
Saat Gali Saluran Air, Warga Lemahwungkuk Temukan Benda Diduga Granat
Jelang Tayang 30 April, Cast Film Ikatan Darah Berbagi Cerita di Cirebon
Trotoar Merah-Putih Mulai Percantik Sejumlah Jalan Provinsi di Cirebon
Santika Cirebon–Kuningan Suguhkan Menu Baru dan Paket Work From Hotel
Pungutan Cetak Kartu BPJS di Galagamba, Puskesos: Ada Mekanisme Sanksi
Eks Kasatpol PP Edi Siswoyo Resmi Jabat Pj Sekda Kota Cirebon
Pelatih Voli di Cirebon Ditetapkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak