Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah, 15 Meninggal dan 76 Terluka

Selasa, 28 Apr 2026 15:07
    Bagikan  
Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah, 15 Meninggal dan 76 Terluka
Ist

Petugas gabungan mengevakuasi korban dari rangkaian KRL usai tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

RINGKASNEWS.ID - Jumlah korban dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026), total korban tercatat mencapai 91 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan dari jumlah tersebut, 15 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 76 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

"Total korban sebanyak 91 orang. Sebanyak 76 orang selamat dan menjalani perawatan, sedangkan 15 orang meninggal dunia," kata Budi, Selasa.

Menurut Budi, sebagian korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara korban luka dirawat di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Beberapa rumah sakit yang menangani korban di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Bekasi Barat.

Kecelakaan terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL Commuter Line yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada kedua rangkaian kereta.

Gerbong khusus perempuan menjadi bagian yang paling terdampak dalam insiden tersebut. Sebagian besar korban merupakan penumpang yang berada di gerbong itu saat tabrakan terjadi.

Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Sementara proses evakuasi, identifikasi korban, dan penanganan para penumpang yang terluka terus dilakukan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Ditemukan Meninggal di Pabrik Harjamukti, Polisi Sebut Korban Diduga Punya Riwayat Penyakit
Mau Magang di KAI? Daop 3 Cirebon Kini Layani Pengajuan Lewat InternHub
Kapolres Ciko Baru Dapat Titipan PR dari DPRD, Berantas Narkoba hingga Kejahatan Jalanan
Perumda Pasar Cirebon Kejar Pendapatan Rp13 Miliar, Kontrak Parkir GTC Belum Diperpanjang
AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Eko Iskandar sebagai Kapolres Cirebon Kota
Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut
KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan di Stasiun dan Jalur Kereta