Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah KA di Wilayah Cirebon Terlambat dan Dibatalkan

Selasa, 28 Apr 2026 11:50
    Bagikan  
Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Sejumlah KA di Wilayah Cirebon Terlambat dan Dibatalkan
Ist

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menyebabkan gangguan perjalanan kereta di sejumlah wilayah.

RINGKASNEWS.ID - Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, berdampak pada perjalanan kereta api di berbagai wilayah, termasuk di Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.

Akibat insiden tersebut, sejumlah perjalanan kereta api dari dan menuju Jakarta mengalami gangguan. Beberapa di antaranya terpaksa dibatalkan, sementara lainnya mengalami keterlambatan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan operasional tersebut.

"Kami memohon maaf atas terganggunya perjalanan kereta api sebagai dampak dari insiden di Stasiun Bekasi Timur," kata Muhibbuddin, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, pada Senin malam, 27 April 2026, terdapat 10 perjalanan KA jarak jauh yang dibatalkan. Di antaranya KA Gunungjati relasi Gambir-Cirebon, Argo Muria relasi Gambir-Semarang Tawang, hingga KA Progo relasi Pasar Senen-Lempuyangan.

Sementara pada Selasa, 28 April 2026, sebanyak 13 perjalanan KA kembali dibatalkan. Beberapa di antaranya meliputi KA Gunungjati relasi Cirebon-Gambir, Purwojaya, Mataram, Gumarang, Jayabaya, hingga Menoreh.

Selain pembatalan, gangguan operasional juga menyebabkan keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Daop 3 Cirebon.

"Untuk sementara, ada enam perjalanan kereta tujuan Jakarta yang mengalami antrean. Keterlambatannya berkisar antara 10 hingga 30 menit," ujar Muhibbuddin.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Ditemukan Meninggal di Pabrik Harjamukti, Polisi Sebut Korban Diduga Punya Riwayat Penyakit
Mau Magang di KAI? Daop 3 Cirebon Kini Layani Pengajuan Lewat InternHub
Kapolres Ciko Baru Dapat Titipan PR dari DPRD, Berantas Narkoba hingga Kejahatan Jalanan
Perumda Pasar Cirebon Kejar Pendapatan Rp13 Miliar, Kontrak Parkir GTC Belum Diperpanjang
AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Eko Iskandar sebagai Kapolres Cirebon Kota
Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut
KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan di Stasiun dan Jalur Kereta