Warga Kota Cirebon Keluhkan Catat Meter PGN Hanya Dilakukan Tiga Bulan Sekali

Selasa, 12 May 2026 11:28
    Bagikan  
Warga Kota Cirebon Keluhkan Catat Meter PGN Hanya Dilakukan Tiga Bulan Sekali
Ist

Catat Meter Tiga Bulan Sekali, Warga Kota Cirebon Bingung dengan Tagihan Gas PGN.

RINGKASNEWS.ID - Warga di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengeluhkan pencatatan meter gas PGN (Perusahaan Gas Negara) Area Cirebon yang hanya dilakukan tiga bulan sekali.

Kondisi tersebut membuat sebagian pelanggan mempertanyakan transparansi tagihan gas bulanan yang diterima. Warga menilai tagihan terkesan berdasarkan perkiraan karena petugas tidak rutin datang setiap bulan untuk mencatat meter gas.

Salah seorang warga, Sri (45), mengaku bingung dengan nominal tagihan yang dinilai tidak selalu sesuai dengan pemakaian sehari-hari.

Bahkan, kata dia, tagihan mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per bulan, padahal penggunaan gas di rumahnya dinilai normal seperti rumah tangga biasa.

“Kadang tagihan bisa sampai Rp250 ribu lebih. Padahal di rumah bukan usaha catering atau usaha besar, pemakaian rumah tangga biasa saja,” kata Sri.

Menurut dia, sejak pencatatan meter tidak lagi dilakukan rutin setiap bulan, warga kesulitan mengetahui dasar perhitungan tagihan yang diterima.

“Sekarang petugas tidak datang tiap bulan. Katanya pencatatan meter dilakukan tiga bulan sekali, jadi warga bingung tagihannya dihitung seperti apa,” ujarnya.

Sri juga mengaku baru mengetahui adanya program catat meter mandiri dari PGN. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada sosialisasi langsung kepada warga terkait sistem tersebut.

“Kami baru tahu ada catat meter mandiri. Sebelumnya tidak ada penjelasan atau sosialisasi ke warga,” katanya.

Ia berharap PGN lebih terbuka kepada pelanggan terkait mekanisme pencatatan meter dan rincian perhitungan tagihan agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Sementara itu, Customer Management PGN (Perusahaan Gas Negara) Area Cirebon, Mahfud, membenarkan bahwa pencatatan meter tidak lagi dilakukan setiap bulan ke seluruh pelanggan.

Menurut dia, hal tersebut dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk petugas pencatat meter.

“Memang ada keterbatasan SDM untuk catat meter,” ujar Mahfud saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, PGN saat ini mendorong pelanggan menggunakan sistem catat meter mandiri guna membantu pelaporan pemakaian gas setiap bulan.

Mahfud juga menyebut ada pertimbangan operasional dalam pelaksanaan pencatatan meter langsung ke rumah pelanggan.

“Kalau bicara bisnis, rata-rata pelanggan PGN di Kota Cirebon bayar sekitar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per bulan. Sementara ada biaya operasional dan gaji petugas catat meter,” katanya.

Meski begitu, warga berharap pelayanan dan transparansi tagihan gas tetap menjadi perhatian agar pelanggan dapat mengetahui rincian pemakaian secara jelas setiap bulannya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Seorang Pria di Cirebon Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi Rumahnya
Warga Kota Cirebon Keluhkan Catat Meter PGN Hanya Dilakukan Tiga Bulan Sekali
Modus Tukar Kartu ATM, Sindikat Lintas Daerah Gasak Uang Nasabah di Cirebon
Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Mahkota Binokasih di Kota Cirebon
Warung di Pandesan Cirebon Dirusak Geng Motor, Dua Orang Ditangkap
Sempat Dikira Istirahat, Pria di Trotoar Tuparev Ternyata Sudah Meninggal
Dandim 0614/Kota Cirebon Dibuat Kaget Sesaat Setelah Pulang Dinas, Ternyata Ini Penyebabnya
Kota Cirebon Jadi Tuan Rumah Milangkala Tatar Sunda, 27 Daerah di Jabar Ikut Kirab Budaya
Usai Baca Ikrar Bersama, Petugas Lapas Narkotika Cirebon Langsung Geledah Kamar Hunian
Warga Desa Bulak Pertanyakan Dana Kompensasi Pemasangan Tiang Internet
Korean Food Festival di Hotel Santika Premiere Linggarjati Sajikan Menu Khas Korea Sepuasnya
Polisi Larang Nobar Persib dan Persija di Kota Cirebon, Ternyata Ini Pemicunya
Reses DPR RI, Kardaya Pastikan Ketersediaan Beras di Indramayu–Cirebon Aman
Peringati Hari Buruh, Ketua DPRD Cirebon Siap Kawal Aspirasi Pekerja
Setelah Dua Hari Pencarian, Bocah Hanyut di Kriyan Ditemukan di Pesisir Kesunean
Wakil Kepala Daerah Kerap Tersisih, Ahli Hukum Soroti Celah Aturan
Pansus I DPRD Kabupaten Cirebon Matangkan Raperda Produk Hukum Daerah
Mayat Pria Ditemukan di Selokan Mundu, Warga Sempat Cium Bau Menyengat
Bocah di Cirebon Hanyut di Sungai Kriyan Saat Bermain, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Resmi Jabat Sekda Kota Cirebon, Iing Daiman Bidik Penguatan Sistem dan SDM