Antisipasi Peredaran Narkoba, Lapas Narkotika Cirebon Pasang Jammer Sinyal

Kamis, 21 May 2026 12:30
    Bagikan  
Antisipasi Peredaran Narkoba, Lapas Narkotika Cirebon Pasang Jammer Sinyal
Ist

Pemasangan jammer dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah penggunaan ponsel ilegal di dalam Lapas Narkotika Cirebon.

RINGKASNEWS.ID - Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon memasang alat pengacak sinyal atau jammer untuk mencegah penggunaan alat komunikasi ilegal di dalam lapas, Rabu (20/5/2026).

Pemasangan dilakukan di sejumlah titik strategis sebagai upaya memperketat pengawasan dan menjaga keamanan lingkungan lapas.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny mengatakan, pemberantasan alat komunikasi ilegal menjadi tanggung jawab seluruh jajaran lapas, bukan hanya petugas pengamanan.

“Regu pengamanan harus bisa menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengoptimalkan penggunaan CCTV, jammer, dan X-Ray sebagai dukungan teknologi pengawasan di Lapas Narkotika Cirebon,” kata Machda.

Menurut dia, penggunaan jammer diharapkan mampu menekan aktivitas komunikasi ilegal yang dilakukan warga binaan menggunakan ponsel terlarang.

Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap praktik negatif lain, seperti peredaran narkoba, penipuan, hingga potensi gangguan keamanan di dalam lapas.

Machda menyebutkan, saat ini jumlah penghuni Lapas Narkotika Cirebon mencapai 1.256 orang. Sementara kapasitas hunian yang tersedia hanya sekitar 460 orang.

Karena itu, kata dia, penguatan sistem pengamanan dan pengawasan berbasis teknologi dinilai penting untuk mendukung kondisi lapas tetap tertib dan terkendali.

Menurutnya, pemasangan jammer dilakukan secara kolaboratif melibatkan jajaran pengamanan, kamtib, pembinaan, hingga sarana dan prasarana di lingkungan lapas.

"Kami berharap, langkah tersebut dapat memperkuat keamanan internal sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih bersih dan kondusif," tandasnya. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Warga Desa Suci Mundu Digegerkan Penemuan Pria Tewas Gantung Diri
Angkutan Barang Berbasis Rel di Cirebon Makin Diminati Pelaku Logistik
SMSI Kota Cirebon Libatkan BI dan OJK Bahas Peluang Kemandirian Ekonomi
Pemegang Saham Pendiri RS Permata Cirebon Bantah Klaim Manajemen Soal Pembekuan Hak Saham
Kritik Wacana Ganti Nama Jabar, Pemerhati Cirebon: DPRD Provinsi Jangan Kurang Kerjaan!
Kuasa Hukum 18 Pemegang Saham Minoritas Bantah Klaim Manajemen RS Permata Cirebon
Terminal Bayangan Dinilai Jadi Penyebab Sepinya Terminal Harjamukti Cirebon
Aiptu N, Oknum Polisi Polres Tegal Kota, Diduga Aniaya Warga Cirebon hingga Luka Bakar 47 Persen
Era Digital Jadi Tantangan Penguatan Nasionalisme, Ini yang Dibahas Kodim 0614 Kota Cirebon
Tanggapi Somasi Pemegang Saham, Manajemen RS Permata Cirebon Berikan Penjelasan
KAI Daop 3 Cirebon Beri Pembinaan kepada Petugas Jalur, KPJR, dan Penjaga Perlintasan
Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase
Empat Marketplace Resmi Pungut PPh Pedagang Online, DJP: Bukan Pajak Baru
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Pentingnya Pelayanan untuk Masyarakat
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Berlanjut, Pemegang Saham Minoritas Kirim Somasi Final
Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Disdukcapil dalam Pembahasan APBD 2025
Libur Sekolah Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta di Daop 3 Cirebon
Polresta Cirebon Beberkan Hasil Ungkap Kasus Juni 2026, Curanmor Masih Mendominasi
Polresta Cirebon Musnahkan Miras dan Ribuan Knalpot Brong, Nilai Barang Bukti Capai Rp1,1 Miliar
Harmonika Reyharp Jadi Pembeda dalam Penampilan Aldi Taher di Localfest 2026