Terminal Bayangan Dinilai Jadi Penyebab Sepinya Terminal Harjamukti Cirebon

Minggu, 5 Jul 2026 11:17
    Bagikan  
Terminal Bayangan Dinilai Jadi Penyebab Sepinya Terminal Harjamukti Cirebon
Ringkas Media

Suasana Terminal Harjamukti Cirebon yang tampak sepi pada siang hari, Minggu (5/7).

RINGKASNEWS.ID - Keberadaan terminal bayangan atau pool bus yang melayani penjualan tiket sekaligus keberangkatan penumpang dinilai menjadi salah satu penyebab sepinya aktivitas di Terminal Tipe A Harjamukti, Kota Cirebon.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Harjamukti, Joko mengatakan, praktik tersebut membuat banyak calon penumpang tidak lagi masuk ke terminal. Mereka memilih naik bus langsung dari pool yang tersebar di sejumlah titik.

"Pool pada dasarnya hanya diperuntukkan sebagai tempat parkir dan perawatan armada. Namun di lapangan, banyak yang juga dijadikan agen penjualan tiket sekaligus tempat menaikkan penumpang. Akibatnya, penumpang sudah diambil sebelum masuk terminal," kata Joko, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam aturan itu, aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang secara reguler seharusnya dilakukan di terminal.

Karena itu, ia berharap pengawasan dan penegakan aturan terhadap perusahaan otobus yang masih memberangkatkan penumpang dari pool dapat lebih dioptimalkan.

Selain maraknya terminal bayangan, Joko menyebut perubahan pola perjalanan masyarakat juga ikut memengaruhi jumlah penumpang bus.

"Sejak beroperasinya Jalan Tol Trans Jawa, semakin banyak masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi maupun layanan travel dengan sistem jemput langsung," ucapnya.

Persaingan dengan moda transportasi lain, seperti kereta api dan layanan shuttle, juga membuat bus reguler menghadapi tantangan.

Di sisi lain, ketidakpastian waktu tempuh di jalur nasional serta belum meratanya peremajaan armada menjadi faktor yang memengaruhi minat masyarakat menggunakan bus.

"Saat ini, Terminal Harjamukti melayani sekitar 50 armada bus AKAP dan AKDP setiap hari dengan rata-rata sekitar 200 penumpang.

Sebagian besar penumpang memiliki tujuan ke berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Denpasar, Bali. Aktivitas keberangkatan bus jarak jauh biasanya mulai meningkat pada sore hingga malam hari.

"Terminal Harjamukti juga perlu dikembangkan sebagai kawasan komersial agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mampu menghidupkan kembali kawasan terminal," tandasnya. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sengketa Saham RS Permata Cirebon Memanas, Tiga Pendiri Siap Gugat Pembekuan Dividen
Maxi Cirebon Siapkan Turnamen Biliar 9 Ball Home Series 3 pada Agustus
OJK Minta Perbankan Cirebon Raya Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM
Terminal Harjamukti Kaji Penataan Kawasan dan Integrasi Angkutan Umum
Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara
597 Siswa SMKN 1 Susukan Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental
DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina
Kecelakaan Truk di Gronggong, Satu Keluarga Tewas, Anak Sulung Jalani Amputasi
Kapolres Cirebon Kota Bertemu Danlanal, Bahas Koordinasi Pengamanan Wilayah
Ribuan Pelari Ramaikan Port Night Run 2026 di Pelabuhan Cirebon
Hilang Saat Bersihkan Lambung Kapal, Nelayan Citemu Ditemukan Meninggal