RINGKASNEWS.ID - Topeng Cirebon bukan hanya properti dalam sebuah pertunjukan tari. Di balik setiap karakter yang ditampilkan, tersimpan pesan tentang kehidupan, nilai moral, hingga ajaran spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Nilai-nilai tersebut menjadi salah satu hasil yang mengemuka dalam Kajian Koleksi Topeng Cirebon Tahun 2026 yang dipaparkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon.
Kajian itu menegaskan bahwa pelestarian Topeng Cirebon tidak cukup hanya menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Juju Juhariah mengatakan, setiap karakter topeng memiliki filosofi yang berbeda. Misalnya, karakter Panji melambangkan kesucian, sedangkan Kelana menggambarkan sifat angkara murka yang menjadi pengingat agar manusia mampu mengendalikan hawa nafsunya.
"Topeng Cirebon bukan sekadar tarian, bukan pula sekadar kedok kayu yang diukir indah. Topeng Cirebon adalah metafora kehidupan, tuntunan yang dikemas dalam tontonan, serta warisan adiluhur yang sarat nilai filosofis, spiritual, dan historis," ucapnya, Jumat (26/6/2026).
Menurut Juju, perkembangan teknologi dan arus digitalisasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga budaya lokal. Karena itu, pelestarian Topeng Cirebon perlu dengan pendekatan yang mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai yang diwariskan leluhur.
Melalui kajian tersebut, Disbudpar juga menyusun sejumlah rekomendasi sebagai acuan pelestarian Topeng Cirebon. Harapannya, warisan budaya semakin dikenal masyarakat dan dapat mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, R Moh Al Bana, menilai Topeng Cirebon memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar karya seni pertunjukan.
"Di balik topeng itu tersimpan nilai filosofis, norma-norma, dan ajaran luhur yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Cirebon," katanya.
Ia menjelaskan, kajian tahun ini difokuskan pada koleksi Topeng Cirebon yang tersimpan di Museum Pangeran Cakrabuwana. Penelitian tersebut mengulas sejarah, karakter, dan nilai filosofis berbagai gaya topeng, seperti Slangit, Gegesik, Losari, hingga gaya lainnya.
"Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi seniman, akademisi, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta mengenalkan Topeng Cirebon kepada generasi muda agar warisan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman," tandasnya
