Di Usia ke-599 Tahun, Cirebon Siap Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju

Selasa, 16 Jun 2026 13:08
    Bagikan  
Di Usia ke-599 Tahun, Cirebon Siap Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju
Dok.Pemkot Cirebon

Upacara Hari Jadi Cirebon ke-599 berlangsung khidmat di Alun-alun Kejaksan. Momentum memperkuat persatuan dan semangat membangun Kota Cirebon menuju usia enam abad.

RINGKASNEWS.ID - Kota Cirebon genap berusia 599 tahun pada Selasa (16/6/2026). Di usia yang hampir mencapai enam abad ini, semangat kebersamaan dan kolaborasi kembali ditekankan sebagai kunci pembangunan kota ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 di Alun-alun Kejaksan. Upacara diikuti unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Edo mengatakan usia hampir enam abad bukan sekadar penanda perjalanan waktu. Menurutnya, usia tersebut mencerminkan panjangnya sejarah, kekayaan budaya, serta kemampuan masyarakat Cirebon dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Hari ini Cirebon menapaki usia 599 tahun. Ini bukan sekadar angka, tetapi perjalanan panjang yang dibangun oleh generasi demi generasi hingga menjadi seperti sekarang," ujarnya.

Edo menuturkan, pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah. Dibutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi warga.

Karena itu, tema Hari Jadi tahun ini, "Manunggal Winangun Caruban", dipilih sebagai semangat bersama dalam membangun Kota Cirebon. Tema tersebut menggambarkan pentingnya persatuan sekaligus mencerminkan identitas Cirebon yang lahir dari keberagaman budaya.

Menurut Edo, perpaduan budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, dan budaya pesisir telah membentuk karakter masyarakat Cirebon yang terbuka dan mampu hidup berdampingan dalam perbedaan.

"Manunggal berarti bersatu, Winangun berarti membangun, dan Caruban adalah identitas kita. Semangat ini harus terus dijaga dalam setiap langkah pembangunan," katanya.

Ia menegaskan, kemajuan Kota Cirebon hanya bisa dicapai melalui kerja bersama. Pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah.

Semangat kolaborasi itu, lanjut Edo, telah membuahkan sejumlah capaian positif sepanjang tahun 2026. Berbagai penghargaan yang diterima menjadi bukti bahwa program yang dijalankan mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

Salah satunya adalah penghargaan Terbaik Pertama Pengendalian Inflasi Daerah tingkat kota se-Jawa dan Bali dari Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, Pemkot Cirebon juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jawa Barat untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.

Di bidang kependudukan, Kota Cirebon menerima penghargaan Rumah Data Kependudukan Paripurna dari BKKBN Jawa Barat. Sementara di sektor kesehatan, Pemkot Cirebon memperoleh penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 atas perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Edo menilai seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Cirebon.

Menjelang usia ke-600 tahun pada tahun depan, Edo mengingatkan bahwa tantangan pembangunan akan semakin kompleks. Penataan kota, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penyediaan layanan publik yang merata menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan bersama.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan berbagai prestasi yang telah diraih sebagai motivasi untuk terus bergerak maju.

"Mari kita melangkah menuju enam abad Cirebon dengan optimisme. Mari melanjutkan karya dan pengabdian untuk Cirebon," pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Ditemukan Meninggal di Pabrik Harjamukti, Polisi Sebut Korban Diduga Punya Riwayat Penyakit
Mau Magang di KAI? Daop 3 Cirebon Kini Layani Pengajuan Lewat InternHub
Kapolres Ciko Baru Dapat Titipan PR dari DPRD, Berantas Narkoba hingga Kejahatan Jalanan
Perumda Pasar Cirebon Kejar Pendapatan Rp13 Miliar, Kontrak Parkir GTC Belum Diperpanjang
AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Eko Iskandar sebagai Kapolres Cirebon Kota
Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut
KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan di Stasiun dan Jalur Kereta