RINGKASNEWS.ID - Perumda Pasar Kota Cirebon menargetkan pendapatan sebesar Rp13 miliar pada 2026. Target tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari sewa kios, retribusi pasar, hingga jasa pelayanan parkir di pasar-pasar yang dikelolanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Pasar Kota Cirebon, Winda Meliyana menyampaikan, seluruh pendapatan usaha dihimpun dalam satu sistem. Setelah diaudit dan disahkan, sebagian laba akan disetorkan sebagai dividen kepada Pemerintah Kota Cirebon.
"Target pendapatan tahun 2026 sekitar Rp13 miliar. Sumbernya dari seluruh kegiatan usaha Perumda Pasar, seperti sewa, retribusi, dan jasa pelayanan. Setelah dikurangi beban operasional dan pajak, hasilnya akan disetorkan ke Pemkot pada tahun berikutnya setelah diaudit dan disahkan," kata Winda, Rabu (29/7).
Saat ini Perumda Pasar mengelola sekitar 10 pasar tradisional di Kota Cirebon. Untuk layanan parkir, pengelolaannya dilakukan dengan dua pola, yakni dikelola langsung oleh Perumda dan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Salah satu kerja sama yang masih menjadi perhatian adalah pengelolaan parkir di kawasan Pasar GTC. Winda mengungkapkan, kontrak kerja sama di lokasi tersebut telah berakhir sejak 2022 dan hingga kini belum diperpanjang.
"Khusus untuk GTC, kontraknya memang sudah habis sejak 2022. Sampai sekarang belum ada kontrak baru, tetapi pengelolaannya masih dikuasai oleh PT Tobasakti," ujarnya.
Menurut Winda, kondisi tersebut masih dalam tahap evaluasi. Perumda Pasar juga meninjau sejumlah kerja sama lainnya sebagai bagian dari pembenahan tata kelola perusahaan.
Selain menyiapkan target pendapatan tahun ini, Perumda Pasar juga mengevaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya. Realisasi pendapatan pada 2025 disebut mencapai sekitar 80 hingga 90 persen dari target yang telah ditetapkan.
"Dari target penyetoran Rp400 juta pada 2025, yang terealisasi sekitar Rp304 juta. Kami terus melakukan pembenahan tata kelola dan evaluasi kerja sama agar capaian pendapatan tahun ini bisa lebih optimal," tutup Winda.
