IPB University dan UNU Cirebon Kenalkan Teknologi Swarm Aerator untuk Budidaya Perikanan

Selasa, 16 Jun 2026 19:16
    Bagikan  
IPB University dan UNU Cirebon Kenalkan Teknologi Swarm Aerator untuk Budidaya Perikanan
Ist

Pelatihan Swarm Aerator melalui Zoom Meeting yang diikuti peserta dari bidang perikanan.

RINGKASNEWS.ID - IPB University bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon menggelar pelatihan bertajuk Swarm Aerator: Revolusi Teknologi Cerdas untuk Budidaya Perikanan Naik Kelas secara daring melalui Zoom Meeting, pada, 12 Juni 2026.

Kegiatan ini memperkenalkan teknologi pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendukung budidaya perikanan yang lebih modern dan efisien.

Ketua Peneliti Swarm Aerator, Ridwan Siskandar mengatakan, kualitas air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya ikan. Karena itu, pemantauan kondisi air perlu dilakukan secara rutin agar pertumbuhan dan kesehatan ikan tetap terjaga.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin mengenalkan pentingnya pemantauan kualitas air dalam budidaya perikanan," ujar Ridwan.

Menurut dia, Swarm Aerator dikembangkan sebagai inovasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan langsung oleh pembudidaya.

"Teknologi ini diharapkan membantu pengelolaan kolam menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan," ucapnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai parameter penting yang perlu dipantau. Di antaranya kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen), pH air, suhu, tingkat kekeruhan, hingga kandungan amonia.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan komponen utama Swarm Aerator, seperti SwarmMonitor, HydroSense, dan AeroVortex. 

"Materi yang diberikan mencakup alur kerja sistem, proses pembuatan perangkat, hingga cara penggunaannya dalam kegiatan budidaya," tuturnya.

Praktisi Swarm Aerator, Niefa Efrilia Violenic, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan pemantauan kualitas air dilakukan secara real-time melalui aplikasi pada perangkat seluler.

"Peserta diperkenalkan pada cara kerja sistem, mulai dari pemantauan kualitas air hingga penggunaan aplikasi mobile," kata Niefa.

Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat membantu pembudidaya mengetahui kondisi kolam secara lebih cepat. Dengan begitu, potensi masalah kualitas air dapat dideteksi lebih awal sebelum berdampak pada ikan yang dibudidayakan.

Pelatihan ini juga menghadirkan praktisi Swarm Aerator, Dio Aranda, serta didukung tim pengembang yang terdiri dari Fikri Binaul Umah, Faiq Subhi Ramadlan, dan Muhammad Kheva. Turut hadir Ketua Program Studi Budidaya Perikanan UNU Cirebon, Billi Rifa Kusumah.

Melalui kegiatan ini, IPB University dan UNU Cirebon berharap semakin banyak pelaku budidaya perikanan yang memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan kolam. 

Kehadiran Swarm Aerator diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mendorong budidaya perikanan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Ditemukan Meninggal di Pabrik Harjamukti, Polisi Sebut Korban Diduga Punya Riwayat Penyakit
Mau Magang di KAI? Daop 3 Cirebon Kini Layani Pengajuan Lewat InternHub
Kapolres Ciko Baru Dapat Titipan PR dari DPRD, Berantas Narkoba hingga Kejahatan Jalanan
Perumda Pasar Cirebon Kejar Pendapatan Rp13 Miliar, Kontrak Parkir GTC Belum Diperpanjang
AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Eko Iskandar sebagai Kapolres Cirebon Kota
Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut
KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan di Stasiun dan Jalur Kereta