Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase

Rabu, 1 Jul 2026 21:17
    Bagikan  
Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase
Dok.Dishub

Petugas Dishub Kota Cirebon saat melakukan pengaturan ulang fase lampu lalu lintas di salah satu persimpangan.

RINGKASNEWS.ID - Sejumlah persimpangan di Kota Cirebon kini menerapkan pengaturan lampu lalu lintas dengan empat fase. Perubahan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon itu bertujuan mengurangi perpotongan arus kendaraan yang selama ini berpotensi memicu kecelakaan di persimpangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Gunawan mengatakan, perubahan tersebut telah diterapkan di Simpang Empat Perumnas–Jalan Ahmad Yani dan Simpang Empat Kanggraksan–Jalan Brigjen Dharsono–Jalan Ahmad Yani.

"Pengaturan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Perumnas–Jalan Ahmad Yani dan Simpang Kanggraksan telah diubah dari tiga fase menjadi empat fase. Tujuannya untuk menghilangkan konflik pergerakan kendaraan yang saling bersilangan atau crossing," ujar Gunawan dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, di Simpang Empat Perumnas–Jalan Ahmad Yani, pemisahan fase dilakukan antara arus kendaraan dari Jalan Ciremai Raya dan Jalan Rajawali.

Sementara di Simpang Empat Kanggraksan, pemisahan dilakukan antara arus kendaraan dari Jalan Kanggraksan dan Jalan Kesambi.

Dengan pengaturan baru tersebut, setiap arus kendaraan mendapat waktu melintas secara bergantian sehingga tidak lagi saling berpotongan di tengah persimpangan.

"Melalui pengaturan empat fase ini, titik konflik lalu lintas dapat dihilangkan. Harapannya keselamatan pengguna jalan meningkat dan risiko kecelakaan bisa diminimalkan," katanya.

Gunawan menjelaskan, Dishub Kota Cirebon juga akan menerapkan pengaturan serupa di Simpang Empat Gunungsari dan Simpang Empat Jabang Bayi yang menghubungkan Jalan Cipto, Pangeran Drajat, dan Kesambi.

Namun, penerapan di Simpang Gunungsari masih harus menunggu penggantian alat pengendali APILL yang saat ini mengalami kerusakan sehingga perubahan fase belum bisa dilakukan.

Sementara itu, pengaturan APILL di Simpang Jabang Bayi akan diterapkan setelah Dishub Kota Cirebon berkoordinasi dan memperoleh persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

"Untuk Simpang Gunungsari kami masih menunggu penggantian alat pengendali APILL yang rusak. Sedangkan Simpang Jabang Bayi akan disesuaikan setelah ada koordinasi dan persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat," ucap Gunawan.

Ia menambahkan, penyesuaian pengaturan APILL di Simpang Empat Alun-Alun Kejaksan dan Simpang Empat Diklatpri juga telah diberlakukan sejak Senin (29/6/2026). 

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari penataan lalu lintas yang dilakukan secara bertahap di Kota Cirebon.

"Kami berharap pengaturan empat fase di sejumlah persimpangan ini dapat mengurangi konflik arus lalu lintas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta membuat arus kendaraan menjadi lebih tertib dan lancar," tutup Gunawan.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sengketa Saham RS Permata Cirebon Memanas, Tiga Pendiri Siap Gugat Pembekuan Dividen
Maxi Cirebon Siapkan Turnamen Biliar 9 Ball Home Series 3 pada Agustus
OJK Minta Perbankan Cirebon Raya Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM
Terminal Harjamukti Kaji Penataan Kawasan dan Integrasi Angkutan Umum
Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara
597 Siswa SMKN 1 Susukan Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental
DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina
Kecelakaan Truk di Gronggong, Satu Keluarga Tewas, Anak Sulung Jalani Amputasi
Kapolres Cirebon Kota Bertemu Danlanal, Bahas Koordinasi Pengamanan Wilayah
Ribuan Pelari Ramaikan Port Night Run 2026 di Pelabuhan Cirebon
Hilang Saat Bersihkan Lambung Kapal, Nelayan Citemu Ditemukan Meninggal