Kasus Uang Palsu Gegesik Viral, Komisi XI DPR RI Kardaya Gandeng BI dan OJK Edukasi Warga

Senin, 30 Mar 2026 20:07
    Bagikan  
Kasus Uang Palsu Gegesik Viral, Komisi XI DPR RI Kardaya Gandeng BI dan OJK Edukasi Warga
Ringkas Media

Anggota Komisi XI DPR RI Kardaya Warnika bersama Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib dan Kepala BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis saat sosialisasi kewaspadaan uang palsu di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (30/3).

RINGKASNEWS.ID - Kasus peredaran uang palsu yang sempat viral di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, mendapat perhatian serius dari anggota DPR RI, Kardaya Warnika.

Meski pelaku telah diamankan aparat, nilai peredaran yang disebut mencapai miliaran rupiah dinilai tetap menjadi alarm bagi masyarakat.

Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya menggandeng Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk turun langsung ke masyarakat. Kegiatan sosialisasi digelar di Aula Kecamatan Gegesik, Senin (30/3/2026), dengan melibatkan warga setempat.

Menurut Kardaya, kasus ini bukan sekadar soal besarnya nilai uang palsu yang beredar, melainkan dampak yang bisa ditimbulkan jika tidak segera ditangani.

“Bukan hanya nominalnya, tapi kenapa bisa terjadi di Gegesik. Kalau uang palsu ini sampai beredar luas, tentu bisa mengganggu perekonomian,” kata Kardaya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik ilegal tersebut karena ancaman hukumannya berat. Di sisi lain, ia menilai edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah tertipu.

“Kami sengaja menghadirkan BI dan OJK agar masyarakat memahami perbedaan uang asli dan palsu, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang,” ujarnya.

Kardaya turut mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus tersebut hingga pelaku berhasil ditangkap.

Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, pihaknya bersama BI merasa perlu segera turun tangan karena kasus ini sudah ramai diperbincangkan.

“Masyarakat harus tahu cara membedakan uang asli dan palsu. Edukasi ini penting supaya tidak ada lagi korban,” kata Agus.

Ia juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang kini marak, terutama yang berkedok investasi maupun arisan.

“Kalau ada penawaran yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak terkait atau OJK untuk dipastikan legalitasnya,” ucapnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin paham soal keuangan sekaligus lebih waspada terhadap potensi kejahatan ekonomi di lingkungan sekitar.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Berulang Kali Ditertibkan, Parkir Liar di Kota Cirebon Masih Saja Membandel
Bukan Sekadar Tradisi, Halalbihalal Urang Sumedang di Cirebon Jadi Penguat Kebersamaan
Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Beban Masyarakat Kembali Bertambah
Warga Masih Kerap Beraktivitas di Rel, KAI Ingatkan Soal Keselamatan
Warga Suranenggala Cirebon Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Tepi Laut
Tak Ada Ampun, Pelanggaran HP dan Narkoba di Lapas Cirebon Diancam Sanksi Pidana
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Hery Susanto Terseret Kasus Tambang Nikel
Triwulan I 2026, Penumpang Kereta di Cirebon Tembus 1 Juta
Isu Anak Terjatuh dari Lantai 3 di Mal Cirebon Dibantah Polisi
OJK Longgarkan Aturan SLIK untuk Percepat Program 3 Juta Rumah
Kejari Kota Cirebon Tetapkan Tiga Pimpinan BPR sebagai Tersangka
KAI Daop 3 Cirebon: Jangan Mudah Percaya Info Rekrutmen di Media Sosial
Jembatan Rel Kuno Dibongkar, DPRD Kota Cirebon Soroti Prosedur dan Nilai Sejarah
Transisi Energi Dinilai Belum Adil, Warga di Tiga Daerah Soroti Minimnya Keterlibatan
Banyak WP Terdaftar di Luar Daerah, DJP dan Pemkab Indramayu Cari Jalan Keluar
Dibubarkan Warga, Dua Pelajar di Cirebon Terjatuh Saat Kabur, Polisi: Bukan Tawuran
Resmob Polres Cirebon Kota Bekuk Penculik Anak di Toko Milik Pelaku
Sempat Hilang Dua Hari, Bocah Perempuan di Kota Cirebon Ditemukan dengan Luka di Kaki
KAI Daop 3 Cirebon: Jalur Bumiayu Kembali Normal Usai Anjlok
DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Infrastruktur Jalan dalam Pembahasan LKPJ
RINGKAS RADIO NET