"Kulanun–Mangga" Diluncurkan, Dedi Mulyadi Soroti Identitas Budaya dan Pembangunan Cirebon

Jumat, 3 Apr 2026 07:39
    Bagikan  
"Kulanun–Mangga" Diluncurkan, Dedi Mulyadi Soroti Identitas Budaya dan Pembangunan Cirebon
Ringkas Media

Suasana Peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon.

RINGKASNEWS.ID - Peluncuran salam khas “Kulanun–Mangga” dalam peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon tidak sekadar seremoni. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya menjadikan budaya sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Dedi menyebut kekuatan Cirebon terletak pada jejak sejarah yang masih nyata dan hidup di tengah masyarakat.

Ia memandang perjalanan Cirebon sebagai kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan yang harus dirajut dalam satu kesadaran kolektif.

“Keunggulan dari Cirebon adalah seluruh peninggalannya ada, kasat mata nyata dan terlihat. Kita masih ada bangunan-bangunan kesultanan dengan para pewarisnya. Dengan satu catatan, hentikan konflik agar kita bisa meraihkan masa depan,” tegasnya. Kamis (2/4/2026) 

Menurut Dedi, identitas budaya Cirebon masih kuat, mulai dari bahasa, tradisi, hingga kuliner. Karena itu, ia mendorong agar branding daerah dibangun dari kesadaran bersama masyarakat.

“Kita masih ada bahasanya, masih ada taniknya, masih ada makanannya, masih ada nilai acara. Sehingga apa yang harus dibranding oleh kita bersama adalah membangun kesadaran kolektivitas,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan industrialisasi berbasis kebersamaan sebagai pilar pembangunan.

“Bagaimana makanya satu pendidikan harus segera menjadi prioritas utama, mendorong orang untuk bersekolah, mendorong agar terjadi kolektivitas dengan industrialisasi,” ucapnya.

Selain itu, Dedi menyoroti perlunya penataan ulang identitas ruang dan arsitektur Cirebon.

“Arsitektur untuk dikembalikan semuanya menjadi arsitektur Kacirebonan, kemudian yang berikutnya adalah menata pembangunan agar memiliki basis ekologi,” ungkapnya.

Dalam perspektif budaya, ia menyinggung warisan Sunan Gunung Jati sebagai fondasi nilai yang harus diwariskan ke masa depan.

“Yang ingin saya letakkan adalah mewariskan nilai-nilai di masa lalu agar menjadi rebranding masa depan. Maka peradaban utama adalah peradaban Gunung Jati,” katanya.

Ia menjelaskan, peradaban tersebut tercermin dalam dua unsur utama, yakni budaya kayu dan daun.

“Peradaban kayu yang melahirkan ukiran, kemudian kedua adalah peradaban daun yang melahirkan nilai makanan dengan cita rasa tinggi,” jelasnya.

Lebih jauh, Dedi menilai Cirebon memiliki keunggulan sebagai wilayah dengan karakter Islam yang terbuka dan menyatu dengan budaya.

“Cirebon adalah wilayah Islam pluralis. Islam dan kebudayaan di sini menjadi satu kesatuan, bukan dipertentangkan,” ujarnya.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, harmoni antara budayawan dan ulama akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan daerah.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, menegaskan peluncuran salam “Kulanun–Mangga” menjadi simbol identitas yang merepresentasikan nilai nasional, religius, dan kedaerahan.

“Ini kan menilai ciri khasan, nanti nasionalnya, kebersahabatannya, keagamaannya, dan juga kedaerahannya juga,” kata Imron.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-544 dapat mengingatkan seluruh elemen masyarakat terhadap perjuangan para pendahulu.

“Agar kita mengetahui masyarakat, para pejabat, bahwa Cirebon berdiri itu ada sesepuh kita, pendahulu kita yang berjuang. Maka kami sebagai pejabat dan tentunya masyarakat, ayo kita meniru perjuangan mereka untuk kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Imron juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan budaya sebagai identitas utama Cirebon.

“Karena Pak Gubernur senang berada di budaya, bahkan kami di Kabupaten Cirebon salah satunya adalah daerah yang menjunjung nilai-nilai kebudayaan,” pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Berulang Kali Ditertibkan, Parkir Liar di Kota Cirebon Masih Saja Membandel
Bukan Sekadar Tradisi, Halalbihalal Urang Sumedang di Cirebon Jadi Penguat Kebersamaan
Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Beban Masyarakat Kembali Bertambah
Warga Masih Kerap Beraktivitas di Rel, KAI Ingatkan Soal Keselamatan
Warga Suranenggala Cirebon Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Tepi Laut
Tak Ada Ampun, Pelanggaran HP dan Narkoba di Lapas Cirebon Diancam Sanksi Pidana
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Hery Susanto Terseret Kasus Tambang Nikel
Triwulan I 2026, Penumpang Kereta di Cirebon Tembus 1 Juta
Isu Anak Terjatuh dari Lantai 3 di Mal Cirebon Dibantah Polisi
OJK Longgarkan Aturan SLIK untuk Percepat Program 3 Juta Rumah
Kejari Kota Cirebon Tetapkan Tiga Pimpinan BPR sebagai Tersangka
KAI Daop 3 Cirebon: Jangan Mudah Percaya Info Rekrutmen di Media Sosial
Jembatan Rel Kuno Dibongkar, DPRD Kota Cirebon Soroti Prosedur dan Nilai Sejarah
Transisi Energi Dinilai Belum Adil, Warga di Tiga Daerah Soroti Minimnya Keterlibatan
Banyak WP Terdaftar di Luar Daerah, DJP dan Pemkab Indramayu Cari Jalan Keluar
Dibubarkan Warga, Dua Pelajar di Cirebon Terjatuh Saat Kabur, Polisi: Bukan Tawuran
Resmob Polres Cirebon Kota Bekuk Penculik Anak di Toko Milik Pelaku
Sempat Hilang Dua Hari, Bocah Perempuan di Kota Cirebon Ditemukan dengan Luka di Kaki
KAI Daop 3 Cirebon: Jalur Bumiayu Kembali Normal Usai Anjlok
DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Infrastruktur Jalan dalam Pembahasan LKPJ
RINGKAS RADIO NET