RINGKASNEWS.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Komisi IX DPR RI mulai menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026. Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai daerah perdana pelaksanaan kick off program strategis nasional tersebut.
Kick off sosialisasi MBG 2026 digelar di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Senin (2/2). Kegiatan yang dimulai sejak pagi itu dihadiri ratusan peserta yang antusias menyimak penjelasan terkait pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Gunalan, serta jajaran tenaga ahli Badan Gizi Nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengatakan, tantangan utama pembangunan nasional saat ini terletak pada kualitas sumber daya manusia.
Menurut dia, ketergantungan pada sumber daya alam tidak akan cukup untuk mendorong kemajuan bangsa dalam jangka panjang.
“Kalau ingin maju, yang harus dibangun adalah sumber daya manusianya. Itu sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan SDM Indonesia yang berkualitas ke depan,” ujar Edy.
Ia menekankan, pembangunan SDM perlu dimulai sejak dini dengan memastikan kondisi fisik masyarakat, khususnya anak-anak, berada dalam keadaan sehat. Salah satu indikator yang masih menjadi persoalan serius adalah tingginya angka stunting.
“Bapak Presiden ingin negara hadir memberikan makan bergizi secara gratis melalui pembentukan Badan Gizi Nasional. Sejak awal, dapur SPPG dibangun sebagai pintu masuk untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” kata Edy.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian gizi khusus.
Sebagai program pemerintah, Edy menegaskan implementasi MBG perlu mendapat dukungan semua pihak. Antisipasi terhadap berbagai potensi kendala di lapangan juga harus dilakukan secara bersama-sama.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang tidak sekadar sebagai bantuan pangan, melainkan kebijakan pembangunan manusia jangka panjang.
Program ini berorientasi pada keadilan sosial, pemerataan antarwilayah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan hulu dan hilir, MBG dijalankan dengan penyediaan makanan bergizi sesuai standar serta penguatan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain berdampak pada perbaikan status gizi masyarakat, program ini juga diharapkan mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha pangan dan penguatan sistem pangan daerah.
MBG dinilai menjadi wujud nyata kebijakan gizi yang terintegrasi dengan pembangunan sosial dan ekonomi berkelanjutan.
