Perda Pajak Kota Cirebon Dievaluasi Pemerintah Pusat, DPRD Soroti Dampaknya bagi UMKM

Selasa, 3 Feb 2026 17:11
    Bagikan  
Perda Pajak Kota Cirebon Dievaluasi Pemerintah Pusat, DPRD Soroti Dampaknya bagi UMKM
Ist

Rinna Suryanti, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, menyampaikan pandangan terkait evaluasi Perda Pajak dan Retribusi Daerah oleh pemerintah pusat.

RINGKASNEWS.ID - Peraturan Daerah (Perda) Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah tengah dievaluasi pemerintah pusat. Hasil evaluasi tersebut memunculkan sejumlah catatan, terutama terkait potensi dampaknya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti mengatakan, evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan harus disikapi secara serius. Menurut dia, kebijakan pajak daerah tidak boleh lepas dari prinsip kepatuhan hukum dan keadilan fiskal.

“Perda memang menjadi kewenangan daerah, tetapi tetap harus selaras dengan undang-undang di atasnya. Otonomi daerah tidak berarti bebas tanpa batas,” ujar Rinna, Selasa (3/2/2026).

Dalam surat rekomendasi hasil evaluasi, pemerintah pusat menilai terdapat ketidaksesuaian Perda tersebut dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023. Ketidaksesuaian itu mencakup pengaturan pajak maupun retribusi daerah.

Rinna menjelaskan, evaluasi tersebut merupakan mekanisme korektif dalam sistem pemerintahan daerah. Jika rekomendasi tidak ditindaklanjuti, daerah berpotensi menghadapi sanksi fiskal, mulai dari penundaan hingga pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Dampaknya bukan hanya pada angka APBD, tetapi juga pada layanan publik yang dinikmati masyarakat,” jelas dia.

Sorotan utama evaluasi tertuju pada pengaturan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman. Ambang batas omzet yang diatur dalam Perda dinilai berpotensi membebani UMKM secara tidak proporsional.

Menurut Rinna, kebijakan pajak yang terlalu menekan justru bisa kontraproduktif. Alih-alih meningkatkan penerimaan daerah, tekanan berlebihan dikhawatirkan menghambat keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi lokal.

“UMKM itu bukan sekadar objek pajak. Mereka adalah tulang punggung ekonomi daerah dan penyangga ketahanan sosial masyarakat,” tuturnya.

Selain pajak, evaluasi juga menyoroti pengaturan retribusi daerah. Beberapa objek dan tarif retribusi dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip pelayanan publik, yakni adanya manfaat langsung yang dirasakan masyarakat.

“Retribusi seharusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan. Kalau tidak, legitimasi kebijakannya bisa dipertanyakan,” kata Rinna.

Ia menegaskan, DPRD Kota Cirebon siap mendorong revisi Perda sebagai langkah perbaikan. Menurut dia, koreksi terhadap kebijakan yang dinilai bermasalah justru mencerminkan tanggung jawab lembaga legislatif daerah.

“Revisi Perda bukan kegagalan, tetapi bagian dari upaya menjaga kepastian hukum, stabilitas fiskal, dan keberpihakan kepada masyarakat,” tandasnya.

Ke depan, Rinna berharap penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menghadirkan sistem perpajakan daerah yang adil, patuh hukum, dan tidak memberatkan UMKM.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kota Cirebon Jadi Tuan Rumah Milangkala Tatar Sunda, 27 Daerah di Jabar Ikut Kirab Budaya
Usai Baca Ikrar Bersama, Petugas Lapas Narkotika Cirebon Langsung Geledah Kamar Hunian
Warga Desa Bulak Pertanyakan Dana Kompensasi Pemasangan Tiang Internet
Korean Food Festival di Hotel Santika Premiere Linggarjati Sajikan Menu Khas Korea Sepuasnya
Polisi Larang Nobar Persib dan Persija di Kota Cirebon, Ternyata Ini Pemicunya
Reses DPR RI, Kardaya Pastikan Ketersediaan Beras di Indramayu–Cirebon Aman
Setelah Dua Hari Pencarian, Bocah Hanyut di Kriyan Ditemukan di Pesisir Kesunean
Wakil Kepala Daerah Kerap Tersisih, Ahli Hukum Soroti Celah Aturan
Mayat Pria Ditemukan di Selokan Mundu, Warga Sempat Cium Bau Menyengat
Bocah di Cirebon Hanyut di Sungai Kriyan Saat Bermain, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Resmi Jabat Sekda Kota Cirebon, Iing Daiman Bidik Penguatan Sistem dan SDM
Rumah Warga Banyak Ambruk, DPRD Soroti Lambannya Respons Pemkot Cirebon
PMK 28/2026 Terbit, Pengembalian Pajak Kini Lebih Cepat
KAI Daop 3 Cirebon Catat 35 Ribu Penumpang Selama Libur Panjang Mei
KAI Cirebon Isi Hari Buruh dengan Santunan, Penghijauan, dan Edukasi
KLB Campak di Ciwaringin, Puskesmas Siapkan Imunisasi Serentak untuk 2.400 Balita
Pengguna Jalan di Jatibarang Segera Nikmati Underpass yang Lebih Nyaman
Motor Curian Terlacak GPS di Cirebon, Curanmor Asal Indramayu Dibekuk Polisi
OJK Cirebon Catat Kinerja Positif Sektor Jasa Keuangan di Ciayumajakuning
KAI Daop 3 Cirebon Buka Layanan Refund Penuh bagi Penumpang Terdampak Insiden Bekasi Timur