RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon terus mengoptimalkan potensi desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan wisata Kolam Renang Cikomboy yang dikhususkan bagi pengunjung dewasa.
Kuwu Matangaji, Rusnadi mengatakan, pengembangan kolam renang tersebut berawal dari inisiatif desa memanfaatkan lahan tanah kas desa (TKD) yang sebelumnya tidak produktif.
Adapun pembangunan tahap awal dilakukan dengan dana pribadi sebelum akhirnya mendapat dukungan pemerintah daerah.
“Awalnya pembangunan kami lakukan dengan dana pribadi. Setelah Desa Matangaji mendapatkan Surat Keputusan Desa Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, barulah ada dukungan anggaran dari Dana Desa dan PADes,” kata Rusnadi, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, desa menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp 68 juta dan PADes sekitar Rp 57 juta. Dana tersebut kemudian digunakan untuk melanjutkan pembangunan dan penataan kawasan wisata kolam renang.
“Dari modal awal itu, alhamdulillah pembangunan bisa terus berlanjut. Sampai sekarang total pengembangan Kolam Renang Cikomboy sudah menembus lebih dari Rp 1 miliar,” ujarnya.
Menurut Rusnadi, pengembangan wisata kolam renang ini juga merupakan tindak lanjut dari prioritas penggunaan Dana Desa serta hasil studi banding ke salah satu desa wisata di Surabaya, Jawa Timur.
Sebelum dikembangkan, lahan TKD tersebut hanya disewakan dengan nilai Rp 600.000 hingga Rp 1,5 juta per tahun karena dinilai kurang produktif untuk pertanian. Namun, setelah dimanfaatkan sebagai kawasan wisata, pendapatan desa meningkat signifikan.
“Sekarang PADes dari kolam renang bisa mencapai sekitar Rp 50 juta per bulan. Ini jauh berbeda dibanding sebelumnya,” kata Rusnadi.
Selain meningkatkan pendapatan desa, keberadaan Kolam Renang Cikomboy juga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dalam waktu delapan bulan operasional, pendapatan kotor yang dihasilkan mencapai Rp 470 juta, dengan pendapatan bersih sekitar Rp 225 juta. UMKM di sekitar lokasi juga ikut tumbuh,” ucapnya.
Jumlah kunjungan wisatawan pun terus mengalami peningkatan, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional. Pada Desember 2025, tercatat sekitar 17.000 pengunjung datang ke Kolam Renang Cikomboy.
Ke depan, Pemerintah Desa Matangaji berencana mengembangkan fasilitas penunjang seperti rumah makan, restoran, dan coffee shop guna melengkapi sarana dan prasarana kawasan wisata tersebut.
“Pengembangan ini kami harapkan bisa membuat wisata desa semakin menarik dan berdampak lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Rusnadi.
