RINGKASNEWS.ID - Polres Cirebon Kota memetakan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di jalur bypass wilayah Tengahtani, Kabupaten Cirebon.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, kawasan tersebut memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga berpotensi memicu kemacetan, terutama karena banyaknya sentra kuliner di sepanjang jalur tersebut.
“Di sepanjang jalur ini banyak tempat kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat. Karena itu kami berdiskusi dengan para juru parkir agar kendaraan tidak lagi parkir di badan jalan yang bisa mempersempit jalur,” kata Eko saat meninjau lokasi, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, keberadaan kendaraan yang parkir di bahu jalan dapat menyebabkan penyempitan lajur lalu lintas dan berpotensi memperlambat arus kendaraan, terlebih saat volume kendaraan meningkat pada masa mudik.
Polisi juga telah meninjau sejumlah kantong parkir yang dapat dimanfaatkan pengunjung agar tidak memarkir kendaraan di tepi jalan.
“Di beberapa titik sebenarnya sudah ada kantong parkir yang bisa dimanfaatkan. Kami berharap pengunjung menggunakan fasilitas tersebut supaya tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Polres Cirebon Kota berencana menempatkan personel di sepanjang jalur tersebut, mulai dari perbatasan wilayah Kabupaten Cirebon hingga Bundaran Kedawung.
“Mulai dari sekitar 100 meter setelah jembatan di perbatasan wilayah kabupaten sampai Bundaran Kedawung akan kami tempatkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas,” kata Eko.
Selain itu, polisi juga menyiapkan sistem kanalisasi lalu lintas dan penjagaan dengan metode pagar betis guna memastikan kendaraan tetap berada di jalurnya serta mencegah parkir liar di badan jalan.
Kapolres memperkirakan arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi mulai muncul pada Jumat (13/3), sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Senin (16/3) hingga Selasa (17/3), menjelang cuti bersama yang dimulai pada 18 Maret.
“Karena tanggal 18 sudah mulai cuti bersama, kemungkinan akan muncul gelombang mudik kedua,” ujar Eko.
Ia menambahkan, pengawasan di kawasan bypass Tengahtani akan diperketat karena pada hari biasa masih ditemukan kendaraan yang parkir di badan jalan.
“Kami sudah menyiapkan sistem kanalisasi dan penempatan personel. Intinya kami upayakan agar tidak ada kendaraan parkir di bahu jalan sehingga arus lalu lintas tetap lancar,” pungkasnya.
