OJK Cirebon Catat Kinerja BPR di Ciayumajakuning Tetap Stabil pada 2025

Kamis, 12 Mar 2026 11:52
    Bagikan  
OJK Cirebon Catat Kinerja BPR di Ciayumajakuning Tetap Stabil pada 2025
Ringkas Media

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib (tengah), saat memberikan paparan terkait stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning.

RINGKASNEWS.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan tetap terjaga sepanjang tahun 2025.

Menurut OJK, Kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah tersebut juga menunjukkan perkembangan yang relatif positif.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, stabilitas sektor jasa keuangan di daerah tersebut masih terjaga dengan fungsi intermediasi yang berjalan cukup baik.

“Secara umum stabilitas sektor jasa keuangan di Ciayumajakuning sepanjang 2025 tetap terjaga dan kinerja BPR menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, hingga Desember 2025 penyaluran kredit BPR di wilayah Ciayumajakuning tercatat mencapai Rp2,01 triliun atau tumbuh 0,35 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti dengan perbaikan kualitas pembiayaan yang ditunjukkan dari penurunan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

“Penyaluran kredit masih tumbuh dan diikuti dengan penurunan rasio kredit bermasalah, sehingga kualitas pembiayaan BPR tetap terjaga,” kata Agus.

Selain itu, total aset BPR di wilayah Ciayumajakuning juga mengalami peningkatan menjadi Rp2,87 triliun atau tumbuh 5,54 persen secara tahunan. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat meningkat menjadi Rp2,28 triliun.

“Peningkatan aset dan dana pihak ketiga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR masih cukup baik,” ucapnya.

Dari sisi penggunaan kredit, pembiayaan masih didominasi kredit konsumsi, sementara kredit modal kerja mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan. Penyaluran kredit juga banyak mengalir ke sektor perdagangan serta beberapa sektor ekonomi lainnya di daerah.

“Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan kebutuhan pembiayaan produktif masih terus tumbuh,” tutur Agus.

Selain melakukan pengawasan terhadap kinerja perbankan, OJK Cirebon juga terus mendorong penguatan tata kelola BPR melalui penerapan strategi anti-fraud serta konsolidasi perbankan daerah.

“Kami terus melakukan monitoring agar tata kelola BPR semakin kuat dan mampu menghadapi dinamika ekonomi ke depan,” katanya.

Di sisi lain, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui berbagai program, seperti perluasan agen Laku Pandai, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), hingga penyaluran pembiayaan bagi pelaku UMKM.

“Berbagai program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Agus.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut
KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan di Stasiun dan Jalur Kereta
Kebakaran Rumah di Graha Tanjung Cirebon Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah di Lahan Kosong
Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Sebanyak 32 Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi