Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan

Senin, 20 Jul 2026 20:17
    Bagikan  
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Ringkas Media

Kepala SDN Guntur dan SDN Kanggraksan Kota Cirebon, Andihitto, saat memberikan keterangan kepada awak media.

RINGKASNEWS.ID - SDN Guntur dan SDN Kanggraksan Kota Cirebon memastikan tidak ada pungutan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pengadaan seragam, maupun buku pelajaran.

Penegasan itu disampaikan Kepala SDN Guntur sekaligus SDN Kanggraksan, Andihitto, menyusul munculnya informasi yang berkembang di masyarakat.

Andihitto mengatakan, seluruh rangkaian MPLS di kedua sekolah berlangsung tanpa membebankan biaya kepada siswa maupun orang tua. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki sekolah.

"Saya pastikan pelaksanaan MPLS sama sekali tidak ada pungutan biaya. Kami mengoptimalkan sumber daya dan kreativitas yang ada di sekolah agar kegiatan tetap maksimal dan menyenangkan bagi peserta didik baru," ujar Andihitto, Senin (20/7/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa sekolah tidak pernah mewajibkan orang tua membeli seragam melalui sekolah. Pada rapat bersama komite, orang tua diberikan pilihan untuk membeli atau menjahit seragam secara mandiri.

Namun, berdasarkan hasil musyawarah, mayoritas orang tua meminta sekolah membantu pengadaan seragam dalam satu paket karena dinilai lebih praktis dan biaya yang dikeluarkan lebih terjangkau.

"Itu merupakan hasil kesepakatan bersama orang tua. Sekolah hanya memfasilitasi sesuai permintaan mereka. Tidak ada unsur paksaan. Bahkan siswa yang belum memiliki seragam lengkap tetap boleh mengikuti kegiatan belajar," katanya.

Terkait buku pelajaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS), Andihitto menegaskan seluruh kebutuhan tersebut tidak dipungut biaya. Menurutnya, pengadaan LKS dibiayai melalui dana BOS APBD, sedangkan buku pelajaran dipenuhi dari anggaran resmi sekolah.

"Orang tua tidak dipungut biaya untuk buku. Semua sudah dialokasikan melalui anggaran yang diterima sekolah," jelasnya.

Andihitto berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia mengimbau orang tua agar datang langsung ke sekolah apabila membutuhkan penjelasan mengenai kebijakan yang diterapkan.

"Kalau ada informasi yang belum jelas, silakan datang ke sekolah untuk bertanya langsung. Kami terbuka memberikan penjelasan. Yang terpenting, mari bersama-sama menjaga suasana belajar tetap kondusif demi anak-anak," pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Sebanyak 32 Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi
Kepala SDN Nusantara Jaya Klarifikasi Isu MPLS, Seragam dan Buku Dipastikan Tanpa Pungutan
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Memanas, Tiga Pendiri Siap Gugat Pembekuan Dividen
Maxi Cirebon Siapkan Turnamen Biliar 9 Ball Home Series 3 pada Agustus
OJK Minta Perbankan Cirebon Raya Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM
Terminal Harjamukti Kaji Penataan Kawasan dan Integrasi Angkutan Umum
Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara
597 Siswa SMKN 1 Susukan Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental