RINGKASNEWS.ID - RSUD Gunung Jati Kota Cirebon membatasi kunjungan terhadap Lovanya Evelyn Kautsar, siswi yang selamat dalam kecelakaan truk di kawasan Gronggong, Kabupaten Cirebon. Kebijakan itu dilakukan karena Lovanya masih mengalami trauma setelah kehilangan kedua orang tua dan adiknya, serta menjalani amputasi kaki kanan.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Gunung Jati, Karto Kenedi, mengatakan kondisi Lovanya saat ini terus menunjukkan perkembangan yang baik. Meski demikian, pasien masih menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
"Alhamdulillah pada saat ini kondisinya membaik. Mungkin perlu pembatasan dari kunjungan karena pasien mengalami trauma dan baru dilakukan tindakan operasi," ujar Karto, Kamis (16/7/2026).
Menurut Karto, tindakan amputasi dilakukan setelah tim dokter menilai kondisi kaki korban sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Keputusan tersebut diambil demi menyelamatkan nyawa pasien dan mencegah risiko infeksi maupun komplikasi yang lebih berat.
"Dasar tindakan itu karena organ tubuhnya sudah tidak bisa diselamatkan. Kalau dipertahankan justru berisiko menimbulkan infeksi dan komplikasi lainnya, sehingga dokter memutuskan amputasi harus dilakukan," jelasnya.
Selain fokus pada pemulihan fisik, RSUD Gunung Jati juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi Lovanya. Rumah sakit menilai trauma akibat kehilangan orang-orang terdekat membutuhkan penanganan khusus selama masa pemulihan.
"Anak ini mengalami kehilangan orang-orang yang paling dekat dan dicintainya. Kami tidak hanya fokus memulihkan luka fisiknya, tetapi juga kondisi psikologisnya. Kebetulan di sini ada dua psikolog yang akan mendampingi proses pemulihannya," kata Karto.
Ia menambahkan, Lovanya diperkirakan masih menjalani perawatan di ruang intensif selama tujuh hingga sepuluh hari, bergantung pada perkembangan kondisinya.
Sementara itu, seluruh biaya perawatan pasien dipastikan telah ditanggung oleh Jasa Raharja.
"Untuk pembiayaan sudah ditanggung oleh Jasa Raharja. Saat ini kami fokus pada proses perawatan dan pemulihan pasien di ruang PICU," pungkasnya.
