Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan

Kamis, 16 Jul 2026 13:21
    Bagikan  
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Ringkas Media

Karto Kenedi, Kabid Pelayanan Medis RSUD Gunung Jati, memberikan keterangan terkait kondisi Lovanya yang berangsur membaik pascaoperasi.

RINGKASNEWS.ID - RSUD Gunung Jati Kota Cirebon membatasi kunjungan terhadap Lovanya Evelyn Kautsar, siswi yang selamat dalam kecelakaan truk di kawasan Gronggong, Kabupaten Cirebon. Kebijakan itu dilakukan karena Lovanya masih mengalami trauma setelah kehilangan kedua orang tua dan adiknya, serta menjalani amputasi kaki kanan.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Gunung Jati, Karto Kenedi, mengatakan kondisi Lovanya saat ini terus menunjukkan perkembangan yang baik. Meski demikian, pasien masih menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

"Alhamdulillah pada saat ini kondisinya membaik. Mungkin perlu pembatasan dari kunjungan karena pasien mengalami trauma dan baru dilakukan tindakan operasi," ujar Karto, Kamis (16/7/2026).

Menurut Karto, tindakan amputasi dilakukan setelah tim dokter menilai kondisi kaki korban sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Keputusan tersebut diambil demi menyelamatkan nyawa pasien dan mencegah risiko infeksi maupun komplikasi yang lebih berat.

"Dasar tindakan itu karena organ tubuhnya sudah tidak bisa diselamatkan. Kalau dipertahankan justru berisiko menimbulkan infeksi dan komplikasi lainnya, sehingga dokter memutuskan amputasi harus dilakukan," jelasnya.

Selain fokus pada pemulihan fisik, RSUD Gunung Jati juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi Lovanya. Rumah sakit menilai trauma akibat kehilangan orang-orang terdekat membutuhkan penanganan khusus selama masa pemulihan.

"Anak ini mengalami kehilangan orang-orang yang paling dekat dan dicintainya. Kami tidak hanya fokus memulihkan luka fisiknya, tetapi juga kondisi psikologisnya. Kebetulan di sini ada dua psikolog yang akan mendampingi proses pemulihannya," kata Karto.

Ia menambahkan, Lovanya diperkirakan masih menjalani perawatan di ruang intensif selama tujuh hingga sepuluh hari, bergantung pada perkembangan kondisinya.

Sementara itu, seluruh biaya perawatan pasien dipastikan telah ditanggung oleh Jasa Raharja.

"Untuk pembiayaan sudah ditanggung oleh Jasa Raharja. Saat ini kami fokus pada proses perawatan dan pemulihan pasien di ruang PICU," pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental
DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina
Kecelakaan Truk di Gronggong, Satu Keluarga Tewas, Anak Sulung Jalani Amputasi
Kapolres Cirebon Kota Bertemu Danlanal, Bahas Koordinasi Pengamanan Wilayah
Ribuan Pelari Ramaikan Port Night Run 2026 di Pelabuhan Cirebon
Hilang Saat Bersihkan Lambung Kapal, Nelayan Citemu Ditemukan Meninggal
Kilatan Cahaya Disusul Dentuman Keras Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Dipicu Meteor
Prestasi Akademik 19 Anak Pegawai Lapas Narkotika Cirebon Dapat Apresiasi
Sampah yang Menumpuk di Jalur Cirebon-Bandung Akhirnya Dibersihkan, CCTV hingga Denda Disiapkan
Cheng Ho Cup 2026 Bawa Tim Tiga Negara ke Cirebon, Sport Tourism Ikut Bergerak
KAI Daop 3 Cirebon dan IRPS Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang
Ratusan Bangunan di Jalan Kesambi Kota Cirebon Bersiap Ditertibkan