Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental

Selasa, 14 Jul 2026 15:21
    Bagikan  
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental
Ringkas Media

Kepala SDN Guntur, Aninditto, saat memberikan keterangan terkait pendampingan bagi siswi korban kecelakaan truk di Gronggong.

RINGKASNEWS.ID - Duka masih menyelimuti keluarga besar SDN Guntur, Kota Cirebon, setelah salah satu siswinya menjadi korban selamat dalam kecelakaan truk di jalur Gronggong, Kabupaten Cirebon.

Akibat luka berat yang dideritanya, siswi kelas VI tersebut harus menjalani amputasi kaki kanan. Di sisi lain, ia juga harus menerima kenyataan pahit kehilangan kedua orang tua dan adiknya yang masih bayi dalam kecelakaan itu.

Kepala SDN Guntur, Aninditto, bersama sejumlah guru mendatangi rumah duka di Dusun Pagenteran, Desa Sukarasa, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Selasa (14/7/2026).

Ketiga korban dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB di kampung halaman sang ibu, sementara ayah korban berasal dari RW 06 Gunung Kelud, Perumnas, Kota Cirebon.

Anindityo mengatakan, pihak sekolah sengaja datang untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.

"Kami sangat terharu melihat begitu banyak warga, pemerintah desa, hingga pihak kecamatan yang ikut membantu sejak proses evakuasi sampai pemakaman selesai. Terima kasih atas kepedulian semua pihak," ujar Aninditto.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga, operasi yang dijalani siswinya telah selesai. Namun, tim medis terpaksa melakukan amputasi pada kaki kanan korban akibat cedera yang cukup parah.

"Keluarga menyampaikan tadi pagi tindakan operasi sudah selesai dilakukan. Kakinya yang sebelah kanan harus diamputasi," katanya.

Menurut Aninditto, musibah tersebut menjadi pukulan berat bagi seluruh warga sekolah. Selama ini, siswi tersebut dikenal sebagai anak yang ramah, sopan, dan memiliki semangat belajar yang baik.

Karena itu, kata dia, sekolah tidak hanya memikirkan kelanjutan pendidikan korban, tetapi juga kondisi mentalnya setelah kehilangan hampir seluruh anggota keluarganya.

"Pendidikan tetap menjadi prioritas. Namun untuk saat ini, yang paling penting adalah memulihkan kondisi emosional dan psikisnya terlebih dahulu. Setelah kondisinya membaik, kami akan menyiapkan metode pembelajaran yang adaptif agar hak pendidikannya tetap terpenuhi," tutur Aninditto.

Ia menambahkan, dukungan yang datang dari masyarakat, orang tua murid, hingga berbagai pihak menjadi penyemangat bagi sekolah untuk terus mendampingi siswinya melewati masa sulit.

"Kami berharap semua doa dan perhatian yang diberikan dapat menjadi kekuatan bagi anak kami untuk bangkit. Kami juga berharap ada perhatian dari pemerintah agar masa depan dan pendidikannya tetap terjamin," ucapnya.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi di jalur turunan Gronggong, Jalan Raya Cirebon-Kuningan, Senin (13/7/2026). Sebuah truk pengangkut air mineral diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan.

Dalam peristiwa itu, kedua orang tua korban beserta adiknya yang masih bayi meninggal dunia, sementara korban selamat mengalami luka berat dan harus menjalani amputasi kaki kanan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental
DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina
Kecelakaan Truk di Gronggong, Satu Keluarga Tewas, Anak Sulung Jalani Amputasi
Kapolres Cirebon Kota Bertemu Danlanal, Bahas Koordinasi Pengamanan Wilayah
Ribuan Pelari Ramaikan Port Night Run 2026 di Pelabuhan Cirebon
Hilang Saat Bersihkan Lambung Kapal, Nelayan Citemu Ditemukan Meninggal
Kilatan Cahaya Disusul Dentuman Keras Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Dipicu Meteor
Prestasi Akademik 19 Anak Pegawai Lapas Narkotika Cirebon Dapat Apresiasi
Sampah yang Menumpuk di Jalur Cirebon-Bandung Akhirnya Dibersihkan, CCTV hingga Denda Disiapkan
Cheng Ho Cup 2026 Bawa Tim Tiga Negara ke Cirebon, Sport Tourism Ikut Bergerak
KAI Daop 3 Cirebon dan IRPS Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang
Ratusan Bangunan di Jalan Kesambi Kota Cirebon Bersiap Ditertibkan
Warga Desa Suci Mundu Digegerkan Penemuan Pria Tewas Gantung Diri
Angkutan Barang Berbasis Rel di Cirebon Makin Diminati Pelaku Logistik
SMSI Kota Cirebon Libatkan BI dan OJK Bahas Peluang Kemandirian Ekonomi
Pemegang Saham Pendiri RS Permata Cirebon Bantah Klaim Manajemen Soal Pembekuan Hak Saham
Kritik Wacana Ganti Nama Jabar, Pemerhati Cirebon: DPRD Provinsi Jangan Kurang Kerjaan!
Kuasa Hukum 18 Pemegang Saham Minoritas Bantah Klaim Manajemen RS Permata Cirebon
Terminal Bayangan Dinilai Jadi Penyebab Sepinya Terminal Harjamukti Cirebon
Aiptu N, Oknum Polisi Polres Tegal Kota, Diduga Aniaya Warga Cirebon hingga Luka Bakar 47 Persen