DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina

Selasa, 14 Jul 2026 11:35
    Bagikan  
DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina
Ist

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi memulai uji coba skema kepatuhan pajak baru (Co-operative Compliance) bersama PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Senin (13/7).

RINGKASNEWS.ID - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai menguji coba skema kepatuhan pajak baru bersama PT Pertamina. Melalui pendekatan Co-operative Compliance, DJP ingin potensi persoalan perpajakan dapat dibahas sejak awal, sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus mengurangi potensi sengketa.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, pendekatan tersebut mengubah pola hubungan antara otoritas pajak dan wajib pajak. Menurut dia, pembahasan risiko perpajakan tidak lagi dilakukan setelah transaksi selesai, melainkan sejak awal melalui komunikasi yang lebih terbuka.

"Melalui dukungan Tax Control Framework dan integrasi data, risiko perpajakan dapat diidentifikasi lebih dini. Dengan begitu, wajib pajak memperoleh kepastian hukum, biaya kepatuhan bisa ditekan, dan potensi sengketa dapat diminimalkan," kata Bimo saat peluncuran program di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Senin (13/7).

Bimo mengatakan, Pertamina menjadi perusahaan pertama yang dilibatkan dalam uji coba tersebut. Ia menilai keterbukaan perusahaan menjadi modal penting untuk membangun sistem kepatuhan perpajakan yang lebih modern.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina (Persero) atas komitmen dan keterbukaannya menjadi mitra pertama dalam uji coba ini," ujarnya.

Uji coba berlangsung untuk Masa Pajak Januari hingga Desember 2026. Program ini mencakup PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26.

Selama periode itu, Pertamina melakukan penilaian mandiri terhadap Tax Control Framework (TCF), menyusun compliance arrangement bersama DJP, serta melakukan evaluasi bersama sebagai bahan penyempurnaan program.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Mega Satria menuturkan, keikutsertaan perusahaan dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola.

"Kepercayaan ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola perusahaan. Penerapan Tax Control Framework dan integrasi data tidak hanya memperkuat kepatuhan perpajakan, tetapi juga mendukung transparansi serta pengelolaan risiko yang lebih baik," kata Mega.

Dukungan terhadap program itu juga datang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengelola BUMN. Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Komjen Pol. Yudhiawan menilai penerapan TCF menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola di sektor energi.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN Tedi Bharata berharap skema tersebut dapat menjadi contoh bagi BUMN lainnya. Menurut dia, praktik kepatuhan yang lebih kolaboratif dapat mendukung penguatan tata kelola perusahaan.

Bimo menambahkan, pendekatan Co-operative Compliance mengacu pada praktik yang telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Belanda, Malaysia, Singapura, dan Australia.

Setelah Pertamina, DJP berencana memperluas uji coba ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

"Kolaborasi yang semakin erat antara DJP dan wajib pajak diharapkan mampu memperkuat kepatuhan sukarela sekaligus mendukung penerimaan negara secara berkelanjutan," tutur Bimo.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina
Kecelakaan Truk di Gronggong, Satu Keluarga Tewas, Anak Sulung Jalani Amputasi
Kapolres Cirebon Kota Bertemu Danlanal, Bahas Koordinasi Pengamanan Wilayah
Ribuan Pelari Ramaikan Port Night Run 2026 di Pelabuhan Cirebon
Hilang Saat Bersihkan Lambung Kapal, Nelayan Citemu Ditemukan Meninggal
Kilatan Cahaya Disusul Dentuman Keras Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Dipicu Meteor
Prestasi Akademik 19 Anak Pegawai Lapas Narkotika Cirebon Dapat Apresiasi
Sampah yang Menumpuk di Jalur Cirebon-Bandung Akhirnya Dibersihkan, CCTV hingga Denda Disiapkan
Cheng Ho Cup 2026 Bawa Tim Tiga Negara ke Cirebon, Sport Tourism Ikut Bergerak
KAI Daop 3 Cirebon dan IRPS Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang
Ratusan Bangunan di Jalan Kesambi Kota Cirebon Bersiap Ditertibkan
Warga Desa Suci Mundu Digegerkan Penemuan Pria Tewas Gantung Diri
Angkutan Barang Berbasis Rel di Cirebon Makin Diminati Pelaku Logistik
SMSI Kota Cirebon Libatkan BI dan OJK Bahas Peluang Kemandirian Ekonomi
Pemegang Saham Pendiri RS Permata Cirebon Bantah Klaim Manajemen Soal Pembekuan Hak Saham
Kritik Wacana Ganti Nama Jabar, Pemerhati Cirebon: DPRD Provinsi Jangan Kurang Kerjaan!
Kuasa Hukum 18 Pemegang Saham Minoritas Bantah Klaim Manajemen RS Permata Cirebon
Terminal Bayangan Dinilai Jadi Penyebab Sepinya Terminal Harjamukti Cirebon
Aiptu N, Oknum Polisi Polres Tegal Kota, Diduga Aniaya Warga Cirebon hingga Luka Bakar 47 Persen
Era Digital Jadi Tantangan Penguatan Nasionalisme, Ini yang Dibahas Kodim 0614 Kota Cirebon