RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Kota Cirebon bersama Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan akan terus mendampingi Lovanya Evelyn Kautsar, siswi yang selamat dalam kecelakaan truk di kawasan Gronggong, Kabupaten Cirebon.
Pendampingan diberikan untuk mendukung proses pemulihan sekaligus memastikan pendidikan Lovanya tetap berjalan.
Komitmen itu disampaikan saat Bunda Forum Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo, menjenguk Lovanya yang masih dirawat di RSD Gunung Jati Cirebon, Rabu (15/7/2026).
Noviyanti mengatakan, musibah yang menimpa Lovanya menjadi perhatian pemerintah. Dalam kecelakaan tersebut, Lovanya kehilangan ayah, ibu, dan adiknya yang masih bayi. Ia juga harus menjalani amputasi kaki kanan akibat luka berat.
"Saya turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami Lovanya. Sebagai Bunda Forum Anak Kota Cirebon, saya tidak bisa tinggal diam. Saya akan berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota agar kebutuhan Lovanya, baik selama masa pemulihan maupun untuk masa depannya, dapat terus didampingi," ujar Noviyanti.
Menurutnya, Lovanya merupakan anak yang cerdas dan berprestasi sehingga semangat belajarnya harus tetap dijaga.
"Semangatnya tidak boleh berhenti hanya karena musibah ini. Kita ingin ia tetap memiliki kesempatan belajar dan masa depan yang baik. Ini juga menjadi bagian dari komitmen Kota Cirebon sebagai Kota Layak Anak," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kurikulum dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, memastikan hak pendidikan Lovanya tetap menjadi perhatian pemerintah.
"Pemerintah Kota Cirebon akan memastikan hak pendidikan Lovanya tetap terpenuhi. Ia akan tetap mendapatkan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatannya," kata Ade.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan keluarga dan pihak sekolah agar proses belajar Lovanya dapat berlanjut.
"Kami juga akan mendampingi proses penentuan sekolah lanjutan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan terbaik bagi Lovanya," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan truk pengangkut air mineral di jalur Gronggong, Jalan Raya Cirebon–Kuningan, Senin (13/7/2026), mengakibatkan kedua orang tua dan adik Lovanya meninggal dunia. Sementara Lovanya selamat, namun mengalami luka berat hingga harus menjalani amputasi kaki kanan.
