Kepala SDN Nusantara Jaya Klarifikasi Isu MPLS, Seragam dan Buku Dipastikan Tanpa Pungutan

Senin, 20 Jul 2026 18:51
    Bagikan  
Kepala SDN Nusantara Jaya Klarifikasi Isu MPLS, Seragam dan Buku Dipastikan Tanpa Pungutan
Ringkas Media

Kepala SDN Nusantara Jaya, Casyudi Firdaus, saat memberikan keterangan kepada awak media.

RINGKASNEWS.ID - Kepala SDN Nusantara Jaya Kota Cirebon, Casyudi Firdaus, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pengadaan seragam, hingga buku pelajaran.

Ia menegaskan, seluruh proses di sekolah berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada pungutan yang dibebankan kepada orang tua.

Menurut Casyudi, kegiatan MPLS selama lima hari berlangsung tertib dan berakhir dengan kegiatan sosial berupa dongeng, sholawat, serta penyerahan donasi yang dihimpun secara sukarela dari orang tua siswa kepada anak yatim dan yayasan sosial.

"Alhamdulillah, MPLS berjalan lancar dari hari pertama sampai hari kelima. Penutupnya diisi kegiatan selawat dan dongeng. Donasi dari orang tua juga langsung kami serahkan kepada yayasan. Terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah berpartisipasi," kata Casyudi, Senin (20/7/2026).

Ia juga meluruskan informasi mengenai pengadaan seragam sekolah. Menurutnya, sejak awal sekolah tidak pernah mewajibkan orang tua membeli seragam melalui sekolah. Orang tua tetap diberikan kebebasan untuk membeli seragam di tempat lain.

Namun, dalam rapat komite sekolah yang digelar pada Jumat (17/7), mayoritas orang tua justru mengusulkan agar sekolah membantu pengadaan seragam dalam satu paket agar lebih praktis.

"Kesepakatannya datang dari orang tua. Mereka meminta sekolah memfasilitasi pengadaan satu paket seragam, mulai dari pakaian olahraga, batik, rompi hingga kaos kaki. Jadi tidak ada unsur pemaksaan," ujarnya.

Selain seragam, Casyudi juga menepis anggapan bahwa siswa diwajibkan membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) maupun buku pelajaran. Ia memastikan seluruh siswa memperoleh buku tanpa dipungut biaya.

Ia menjelaskan, LKS dibiayai melalui APBD Kota Cirebon, sedangkan buku paket berasal dari APBN. Khusus siswa kelas I, sekolah juga menyediakan buku calistung secara gratis.

"Kalaupun jumlah buku yang kami terima belum mencukupi, sekolah akan mencari solusinya. Orang tua tidak kami minta mengeluarkan biaya. LKS maupun buku pelajaran tetap gratis bagi seluruh siswa," jelasnya.

Casyudi berharap berbagai informasi yang berkembang dapat disikapi secara bijak dengan mengedepankan klarifikasi kepada pihak sekolah.

Ia menegaskan, SDN Nusantara Jaya terbuka menerima masukan maupun pertanyaan dari orang tua demi menjaga suasana belajar yang kondusif.

"Kalau ada orang tua yang membutuhkan penjelasan atau mengalami kesulitan, silakan datang ke sekolah. Kami terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Harapan kami, proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan nyaman dan kondusif," pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Sebanyak 32 Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi
Kepala SDN Nusantara Jaya Klarifikasi Isu MPLS, Seragam dan Buku Dipastikan Tanpa Pungutan
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Memanas, Tiga Pendiri Siap Gugat Pembekuan Dividen
Maxi Cirebon Siapkan Turnamen Biliar 9 Ball Home Series 3 pada Agustus
OJK Minta Perbankan Cirebon Raya Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM
Terminal Harjamukti Kaji Penataan Kawasan dan Integrasi Angkutan Umum
Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara
597 Siswa SMKN 1 Susukan Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental