Rencana IGD 24 Jam di Puskesmas Kota Cirebon Dapat Sorotan DPRD

Senin, 9 Mar 2026 16:08
    Bagikan  
Rencana IGD 24 Jam di Puskesmas Kota Cirebon Dapat Sorotan DPRD
Ist

Anggota DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, saat menyampaikan pandangannya terkait rencana layanan IGD 24 jam di puskesmas.

RINGKASNEWS.ID - Wacana menghadirkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam di sejumlah puskesmas di Kota Cirebon mendapat perhatian dari kalangan DPRD.

Program yang digagas Pemerintah Kota Cirebon itu dinilai dapat memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, namun pelaksanaannya perlu dipersiapkan secara matang.

Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti mengatakan, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau memang semakin meningkat terutama di wilayah perkotaan.

Meski demikian, ia menilai kebijakan membuka layanan puskesmas selama 24 jam tidak cukup hanya dengan menambah jam operasional.

“Di tengah dinamika kehidupan kota yang semakin cepat, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang responsif memang semakin besar. Tetapi yang perlu dipastikan adalah apakah sistem kesehatan daerah sudah benar-benar siap menjalankan layanan puskesmas 24 jam secara efektif,” kata Rinna, Senin (9/3).

Menurut dia, penerapan layanan kesehatan selama 24 jam menuntut kesiapan sistem secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan tenaga kesehatan, fasilitas penunjang, hingga dukungan anggaran operasional.

Rinna menyebut salah satu tantangan utama adalah keterbatasan tenaga medis. Layanan sepanjang hari membutuhkan sistem kerja bergiliran yang stabil dengan jumlah tenaga kesehatan yang cukup agar pelayanan tetap berjalan optimal.

“Tanpa dukungan sumber daya manusia yang memadai, pelayanan justru berisiko tidak maksimal dan dapat membebani tenaga kesehatan yang ada,” ujarnya.

Selain persoalan sumber daya manusia, ia juga menyoroti kebutuhan anggaran yang lebih besar untuk menjalankan layanan IGD selama 24 jam. Biaya operasional mencakup penambahan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, hingga layanan penunjang lainnya.

“Dalam kondisi kemampuan fiskal daerah yang terbatas, setiap pengembangan layanan kesehatan harus dihitung secara cermat agar tidak menimbulkan tekanan baru terhadap APBD,” ucap dia.

Rinna juga menilai pengaturan sistem rujukan antara puskesmas dan rumah sakit perlu disiapkan dengan jelas. Menurutnya, layanan IGD di puskesmas tetap harus menjadi bagian dari sistem rujukan berjenjang dalam pelayanan kesehatan.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cirebon yang menjadikan Puskesmas Gunung Sari sebagai proyek percontohan layanan tersebut. Pendekatan bertahap dinilai lebih realistis untuk mengukur kesiapan sebelum kebijakan diterapkan secara lebih luas.

“Proyek percontohan ini harus disertai evaluasi yang jelas, baik dari sisi peningkatan akses layanan, kecepatan penanganan pasien, hingga tingkat kepuasan masyarakat,” tandasnya.

Ia berharap rencana pengembangan layanan kesehatan di tingkat puskesmas dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah.

“Harapan masyarakat tentu akses pelayanan kesehatan semakin mudah dan cepat. Namun kebijakan itu harus dibangun di atas sistem yang kuat agar bisa berjalan secara konsisten dalam jangka panjang,” kata Rinna.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

IPB University dan UNU Cirebon Kenalkan Teknologi Swarm Aerator untuk Budidaya Perikanan
Fakhira Alyssa Quinn Borong Penghargaan di Acara Kelulusan SDN Sadagori 1
Di Usia ke-599 Tahun, Cirebon Siap Melangkah Menuju Kota yang Lebih Maju
DEN Nilai Cirebon Power Layak Jadi Contoh Pengelolaan PLTU di Indonesia
SMSI Kota Cirebon Gelar Fun Futsal Bersama Instansi dan Insan Media
Tiga Jukir dan 51 Kendaraan Terjaring Razia Parkir Liar di Depan CSB Mall
Hari Jadi Cirebon ke-599 Hadirkan Agenda Budaya, UMKM, hingga Porsenitas XIII
Rem Blong, Truk Kontainer Hantam Warung di Arjawinangun, Satu Orang Tewas
Pria Asal Waled Tewas Diduga Tertemper Kereta di Mundu Cirebon
DJP Rilis PP 20 Tahun 2026, Ini Perubahan untuk Pajak UMKM
Ada Diskon Tiket Kereta di Songlist Festival Cirebon, Ini Syaratnya
Hotel Santika Cirebon Hadirkan Heritage Week 2026 untuk Angkat Budaya Lokal
Polres Cirebon Kota Bongkar Jaringan Curanmor dan Penadahan Antarprovinsi
Kota Cirebon Sabet Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
Kodim 0614/Kota Cirebon Perkenalkan Kompi Produksi ke Mahasiswa Pertanian UGJ
Stasiun Cirebon Masuk Usia 114 Tahun, Layanan Penumpang Terus Naik
SMSI Kota Cirebon dan BI Bahas Peran Media dalam Informasi Ekonomi
Warga Kabupaten Cirebon Keluhkan Layanan KTP yang Lambat, Harus Bolak-balik ke Kecamatan
DPRD Kabupaten Cirebon Matangkan Raperda Data Presisi untuk Dukung Pembangunan Tepat Sasaran
Petani Sulit Pupuk, Nelayan Mengeluh Hasil Tangkapan Menurun, Jadi Sorotan Warga NU Cirebon