Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon: Fraksi Dorong Optimalisasi PAD di APBD 2026

Rabu, 24 Sep 2025 11:08
    Bagikan  
Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon: Fraksi Dorong Optimalisasi PAD di APBD 2026
Dok.Humas DPRD

Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Cirebon menyampaikan pandangan umum dalam rapat paripurna pembahasan Raperda APBD 2026.

RINGKASNEWS.ID - DPRD Kabupaten Cirebon menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2026, Selasa (23/9/2025).

Rapat yang berlangsung di Ruang Abhimata Paripurna itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka. Ia menyampaikan, agenda ini merupakan tindak lanjut dari nota pengantar Raperda APBD 2026 yang disampaikan Bupati Cirebon pada 12 September lalu.

Dalam pandangannya, mayoritas fraksi menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan daerah serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyusunan maupun pelaksanaan APBD.

Fraksi PDI Perjuangan melalui Tinah mendorong agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) digarap lebih serius dengan strategi yang berkelanjutan.

Pandangan serupa juga disampaikan Fraksi Demokrat. Tarseni menyoroti tingginya ketergantungan Kabupaten Cirebon pada transfer dana dari pusat yang mencapai lebih dari Rp2,2 triliun.

“Dengan proyeksi pendapatan lebih dari Rp4,2 triliun dan belanja Rp4,3 triliun, peningkatan PAD mutlak dilakukan,” kata Tarseni.

Fraksi PKB melalui Lukman Hakim menilai PAD Cirebon masih fluktuatif sehingga perlu terobosan, termasuk optimalisasi BUMD serta evaluasi kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Sementara itu, Fraksi PKS menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Menurut Ade Irawan, efisiensi tidak hanya berarti penghematan, tetapi memastikan program benar-benar dirasakan masyarakat.

Fraksi Gerindra juga menyoroti hal serupa. Cakra Suseno menyebut efisiensi adalah kunci agar pemerintah daerah bisa lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Adapun Fraksi Golkar melalui Ari Bahri menekankan agar APBD 2026 berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, termasuk persoalan infrastruktur, kepemudaan, olahraga, dan layanan kesehatan.

“APBD harus disusun cermat dan transparan agar benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta pemerataan pembangunan,” ujar Ari.

Dari seluruh pandangan yang disampaikan, fraksi-fraksi DPRD sepakat APBD merupakan instrumen utama pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, penyusunannya harus partisipatif, transparan, dan diarahkan pada program prioritas yang menyentuh langsung masyarakat.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Sempat Hilang Dua Hari, Bocah Perempuan di Kota Cirebon Ditemukan dengan Luka di Kaki
KAI Daop 3 Cirebon: Jalur Bumiayu Kembali Normal Usai Anjlok
DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Infrastruktur Jalan dalam Pembahasan LKPJ
Kereta Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Perjalanan KA Dialihkan dan Dibatalkan
Truk Tangki Air Oleng di Jalan Sudirman Kota Cirebon, Satu Tewas dan Tujuh Luka
Sekolah Lima Hari di SD Kota Cirebon Dimulai, DPRD Wanti-wanti Kesiapan
Fadli Zon Tinjau Gedung Kesenian di Cirebon, Siap Didorong Jadi Pusat Budaya
Kecelakaan di Flyover Pegambiran, Dua Pemudik Asal Tegal Meninggal Dunia
Intel Kodim 0614 Cirebon Ringkus Pengedar Sinte di Drajat Usai Aksi Kejar-kejaran
Pria Meninggal Dunia di Kamar Kos Kedawung, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan
Kuasa Hukum Ono Surono Angkat Bicara Soal Penggeledahan KPK
"Kulanun–Mangga" Diluncurkan, Dedi Mulyadi Soroti Identitas Budaya dan Pembangunan Cirebon
DPRD Kabupaten Cirebon: Hari Jadi ke-544 Jadi Momen Refleksi Pembangunan Daerah
371 Ribu Penumpang Gunakan KA di Daop 3 Cirebon Selama Lebaran 2026
Hari Jadi ke-544, DPRD Kabupaten Cirebon Resmikan Salam Khas “Kulanun–Mangga”
Polres Cirebon Kota Ungkap Jaringan Obat Ilegal, Pelaku Diciduk di Tiga Lokasi
Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp48,11 Triliun hingga Februari 2026
Selama Lebaran 2026, KAI Catat 171 Kereta Melintas Tiap Hari di Cirebon
Disbudpar: Kunjungan Wisata Kabupaten Cirebon Naik saat Lebaran, 11.510 Wisatawan
Kasus Uang Palsu Gegesik Viral, Komisi XI DPR RI Kardaya Gandeng BI dan OJK Edukasi Warga