DPR Dorong MBG di Rembang Gunakan Bahan Baku Daerah

Rabu, 18 Feb 2026 15:11
    Bagikan  
DPR Dorong MBG di Rembang Gunakan Bahan Baku Daerah
Ist

Edy Wuryanto bersama jajaran pemerintah dan peserta usai kegiatan MBG di Rembang, Selasa (17/2/2026).

RINGKASNEWS.ID - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, didorong untuk memanfaatkan bahan baku dari dalam daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar program peningkatan gizi masyarakat sekaligus memberi dampak ekonomi bagi warga setempat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengatakan ketersediaan bahan baku lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan program. Ia menilai, keberadaan dapur MBG harus mampu menyerap hasil produksi peternak, nelayan, dan pelaku UMKM di Rembang.

“Program ini jangan sampai bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kita ingin bahan bakunya dipenuhi dari Rembang sendiri agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat,” ujar Edy saat kegiatan sosialisasi MBG di Kecamatan Kragan, Selasa (17/2/2026).

Menurut dia, pemerintah kecamatan hingga desa perlu aktif mendorong masyarakat terlibat dalam rantai pasok program, seperti beternak ayam, memproduksi telur, hingga membudidayakan ikan.

“Peran camat dan pemerintah desa sangat penting. Mereka bisa menggerakkan warga untuk menjadi pemasok bahan baku dapur MBG,” katanya.

Edy menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia. Namun, keberhasilan program tidak hanya diukur dari distribusi makanan, melainkan juga dari dampaknya terhadap ekonomi lokal.

Ia pun meminta DPRD Rembang mempertimbangkan penyusunan regulasi yang dapat melindungi pelaku usaha lokal agar mampu berpartisipasi secara berkelanjutan dalam program tersebut.

“Kalau bahan bakunya kuat di daerah, maka program ini tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi,” tuturnya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, pelaksanaan MBG di Rembang diharapkan berjalan optimal sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kuasa Hukum 18 Pemegang Saham Minoritas Bantah Klaim Manajemen RS Permata Cirebon
Terminal Bayangan Dinilai Jadi Penyebab Sepinya Terminal Harjamukti Cirebon
Aiptu N, Oknum Polisi Polres Tegal Kota, Diduga Aniaya Warga Cirebon hingga Luka Bakar 47 Persen
Era Digital Jadi Tantangan Penguatan Nasionalisme, Ini yang Dibahas Kodim 0614 Kota Cirebon
Tanggapi Somasi Pemegang Saham, Manajemen RS Permata Cirebon Berikan Penjelasan
KAI Daop 3 Cirebon Beri Pembinaan kepada Petugas Jalur, KPJR, dan Penjaga Perlintasan
Pengaturan Lampu Merah di Sejumlah Simpang Kota Cirebon Diubah Jadi Empat Fase
Empat Marketplace Resmi Pungut PPh Pedagang Online, DJP: Bukan Pajak Baru
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Pentingnya Pelayanan untuk Masyarakat
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Berlanjut, Pemegang Saham Minoritas Kirim Somasi Final
Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Kinerja Disdukcapil dalam Pembahasan APBD 2025
Libur Sekolah Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta di Daop 3 Cirebon
Polresta Cirebon Beberkan Hasil Ungkap Kasus Juni 2026, Curanmor Masih Mendominasi
Polresta Cirebon Musnahkan Miras dan Ribuan Knalpot Brong, Nilai Barang Bukti Capai Rp1,1 Miliar
Harmonika Reyharp Jadi Pembeda dalam Penampilan Aldi Taher di Localfest 2026
Kini Ada Shuttle dari Stasiun Cirebon ke Kuningan, Tarifnya Rp50 Ribu
Kios Bakso di Kota Cirebon Terbakar Saat Ganti Tabung Gas, Satu Karyawan Terluka
Wakil Ketua DPRD Minta Kader PMII Tak Apatis terhadap Persoalan Bangsa
Bukan Sekadar Reuni, Ikasmanda '93 Konsisten Gelar Donor Darah Selama 7 Tahun
Topeng Cirebon Bukan Sekadar Seni Pertunjukan, Simpan Nilai Filosofis dan Spiritual