Dentuman Bedug Samogiri Tandai Datangnya Ramadan di Keraton Kasepuhan

Rabu, 18 Feb 2026 17:35
    Bagikan  
Dentuman Bedug Samogiri Tandai Datangnya Ramadan di Keraton Kasepuhan
Ist

Prosesi penabuhan bedug Samogiri dalam tradisi Dlugdag di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Rabu (18/2/2026), menandai datangnya Ramadan 1447 Hijriah.

RINGKASNEWS.ID - Dentuman bedug Samogiri menggema dari kompleks Keraton Kasepuhan, Cirebon, Rabu (18/2/2026) sore. Suara bedug itu menjadi penanda datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus dimulainya rangkaian tradisi Dlugdag yang telah diwariskan turun-temurun.

Prosesi digelar seusai salat Ashar di Langgar Agung keraton. Sejumlah keluarga besar keraton tampak khidmat mengikuti penabuhan bedug yang diiringi lantunan dzikir dan shalawat.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat, mengatakan tradisi Dlugdag sudah ada sejak masa Sunan Gunung Jati dan terus dipertahankan hingga kini.

“Sejak zaman Sunan Gunung Jati, Dlugdag menjadi penanda masuknya bulan Ramadan. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari warisan budaya dan spiritual yang harus kami jaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dlugdag berarti menabuh bedug sebagai simbol dimulainya ibadah puasa. Dalam prosesi tersebut, empat hingga lima orang terlibat, terdiri dari unsur keluarga keraton dan penghulu.

Setiap pukulan bedug memiliki makna tersendiri. Pukulan pertama dibarengi bacaan “Lailahaillallah Muhammadarrasulullah” sebanyak dua kali.

Pukulan kedua disertai lafaz “Allah” tujuh kali, sementara pukulan ketiga diiringi bacaan “La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim”.

Menurut Goemelar, rangkaian bacaan tersebut menjadi pengingat agar umat Islam menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin.

Selain Dlugdag, Keraton Kasepuhan juga memiliki tradisi lain selama Ramadan, seperti menyalakan lilin pada malam ke-20 atau malam likuran sebagai simbol menyambut Lailatul Qadar.

Biasanya, penabuhan bedug dipimpin langsung oleh Sultan Sepuh. Namun pada tahun ini, prosesi dipimpin oleh Patih Sepuh bersama keluarga keraton.

“Harapannya, tradisi ini tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas Cirebon,” kata dia.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Wali Kota Cirebon Mulai Penataan Kabel Semrawut, Target 1 Kilometer per Hari
Komisi IX Pastikan Program Pangan Bergizi Berjalan di Sidoarjo Sesuai Standar
Jalan Siliwangi Disulap Jadi Pusat Jajanan Ramadan, Hampir 500 UMKM Terlibat
Indah Kurniawati Dorong Penguatan Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya
Dentuman Bedug Samogiri Tandai Datangnya Ramadan di Keraton Kasepuhan
DPR Dorong MBG di Rembang Gunakan Bahan Baku Daerah
Nafa Urbach Minta Pelaksanaan MBG di Magelang Libatkan BUMDes
Percikan Roda Belakang Picu Kebakaran di Tol Cipali, Kendaraan Sempat Dialihkan ke Sumberjaya
Truk Tangki Terbakar di Tol Cipali Arah Cirebon
KAI Meriahkan Imlek 2577 dengan Atraksi Barongsai di Stasiun Cirebon
DPR Minta Pengawasan Ketat Program MBG di Cibitung
Mantan Wapres Ma’ruf Amin Hadiri Pembentukan Forum Ulama Se-Cirebon Raya
Gizi Seimbang dan Ekonomi Lokal Jadi Fokus Program MBG di Bejaten
DPR RI Dorong Warga Pati Berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis
Lucy Kurniasari Apresiasi Dukungan Warga Surabaya terhadap Program MBG
245 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Selama Libur Imlek 2026
DPR dan BGN Edukasi Warga Desa Butuh soal Program Makan Bergizi Gratis
Peziarah Membludak di Makam Sunan Gunung Jati Menjelang Puasa
Komisi IX dan Badan Gizi Nasional Perluas Sosialisasi MBG di Semarang
DPR Ajak Warga Desa Bicak Awasi Pelaksanaan MBG