Konflik Ahmad Bahar dan Hercules Berlanjut ke Ranah Hukum

Minggu, 24 May 2026 21:19
    Bagikan  
Konflik Ahmad Bahar dan Hercules Berlanjut ke Ranah Hukum
Ist

Ahmad Bahar dan Heru Subagia saat memberikan keterangan terkait langkah hukum atas konflik yang tengah bergulir.

RINGKASNEWS.ID - Perseteruan antara Ahmad Bahar dan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, kini berlanjut ke jalur hukum. Tim kuasa hukum Bahar memastikan sejumlah laporan telah diajukan ke aparat penegak hukum hingga lembaga negara.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Ahmad Bahar, Heru Subagia, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kabupaten Cirebon, Minggu (24/5/2026).

Heru mengatakan dirinya menerima kuasa resmi untuk mendampingi Bahar dan keluarganya, termasuk putrinya, Ilmasani Fitriana.

Menurut Heru, langkah hukum dipilih agar persoalan tidak melebar menjadi konflik berkepanjangan di ruang publik.

Ia menegaskan penyelesaian perkara harus dilakukan melalui proses hukum, bukan lewat tekanan ataupun adu opini.

“Kami ingin semuanya berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Heru.

Dalam proses pendampingan tersebut, pihak Ahmad Bahar menggandeng advokat dari LPH Muhammadiyah serta mendapat dukungan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam. Mereka juga telah menyampaikan laporan ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

Selain itu, laporan resmi turut dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026). Heru mengaku mengapresiasi respons cepat kepolisian dalam menerima laporan tersebut.

Dalam keterangannya, Heru menyoroti dugaan tindakan membawa putri Ahmad Bahar ke markas GRIB Jaya tanpa persetujuan keluarga. Ia mempertanyakan dasar administrasi dan legalitas tindakan tersebut.

“Tidak ada surat resmi ataupun dasar hukum yang jelas saat anak Mas Bahar dibawa,” katanya.

Tak hanya itu, pihak Ahmad Bahar juga melaporkan dugaan pembajakan nomor telepon seluler milik Bahar dan putrinya. Dugaan tersebut dikaitkan dengan beredarnya sejumlah konten yang dinilai memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Bahar mengaku putrinya mengalami tekanan psikologis setelah berada di markas organisasi tersebut. Ia menyebut anaknya sempat mendapat intimidasi verbal hingga diminta melepas jilbab.

“Anak saya mengalami tekanan secara psikologis saat berada di sana,” ucap Bahar.

Bahar juga membantah anggapan yang menyebut pihak keluarga Hercules sebagai korban dalam konflik tersebut. Menurutnya, justru keluarganya yang mengalami tekanan dan trauma akibat persoalan yang terjadi.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Konflik Ahmad Bahar dan Hercules Berlanjut ke Ranah Hukum
Muatan Ayam Berserakan di Jalan Pramuka Kota Cirebon, Lalu Lintas Sempat Terganggu
Bobotoh dan KNPI Apresiasi Polisi Kawal Perayaan Juara Persib di Kota  Cirebon
Satu Penumpang Tewas dalam Kecelakaan Bus dan Truk di Tol Cipali Cirebon
UGJ Cirebon Cetak 704 Lulusan Baru, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Era Digital
Santika Premiere Linggarjati Buka Lapangan Pickleball untuk Tamu dan Umum
7Dunia Rilis Single “Seandainya Engkau Tahu”, Tembus Ratusan Ribu Views di YouTube
Program Weight Loss Challenge di KAI Daop 3 Cirebon Berlangsung Delapan Minggu
Antisipasi Peredaran Narkoba, Lapas Narkotika Cirebon Pasang Jammer Sinyal
Herman Khaeron Sebut APBN 2027 Jadi Alat Lindungi Rakyat
Cirebon Power Salurkan 58 Hewan Kurban dan Buka Pelatihan Kerja untuk Warga
Perlintasan Liar di Patokbeusi Subang Ditutup KAI Daop 3 Cirebon
Dapur SPPG Kalijaga Kota Cirebon Tuai Kritik soal Kebersihan dan IPAL
HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Prajurit TNI Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kesenden
Rumah Warga di Dukuh Semar Terbakar Usai Hujan Deras Guyur Kota Cirebon
Hotel Santika Cirebon Hadirkan Promo Libur Panjang dan Kuliner Khas Daerah
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dorong Semangat Belajar Lewat Penyaluran PIP
422 Atlet Kabupaten Cirebon Jalani Tes Fisik Jelang PORPROV Jabar 2026
Kuwu Luwung Kencana Bantah Isu Korupsi Dana Desa, Sebut Sudah Diperiksa Inspektorat
23 Ruas Jalan di Kabupaten Cirebon Mulai Diperbaiki, Pemkab Percepat Lelang Proyek 2026