RINGKASNEWS.ID - Warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, menggelar aksi solidaritas terkait dugaan jual beli tanah gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Panguragan, Minggu (24/5/2026).
Aksi diawali dengan berkumpul di halaman gedung MWC NU Panguragan. Massa kemudian berjalan kaki menuju Balai Desa Panguragan Kulon sambil membawa spanduk berisi penolakan terhadap dugaan penjualan tanah gedung tersebut.
Dalam aksi itu, warga membawa sejumlah tuntutan. Salah satu spanduk bertuliskan penolakan penjualan tanah gedung MWC NU yang disebut sebagai rumah bersama warga NU Panguragan.
Namun saat tiba di kantor desa, massa tidak menemui pihak pemerintah desa karena hari libur. Warga akhirnya hanya memasang spanduk berukuran besar di sekitar lokasi sebagai bentuk protes.
Tokoh NU Panguragan, Didi Supriyadi mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas warga NU atas persoalan yang disebut melibatkan oknum Kuwu Panguragan Kulon.
Menurut dia, warga merasa prihatin karena gedung MWC NU selama ini digunakan untuk kegiatan organisasi dan kepentingan masyarakat sekitar.
“Kami warga NU Panguragan merasa sangat prihatin atas dugaan jual beli tanah gedung MWC NU Panguragan,” kata Didi.
Ia menjelaskan, upaya mediasi sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Namun hingga kini belum ada titik temu antara pihak-pihak terkait.
Didi berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut.
“Kami masih mengedepankan solusi damai demi menjaga kondusifitas wilayah. Tapi kalau tidak ada tanggapan atau solusi, kami siap menggelar aksi yang lebih besar,” ujarnya.
