RINGKASNEWS.ID - Rekaman CCTV di Masjid Darul Muttaqim, Jalan Terusan Karangjalak, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, membongkar aksi pencurian sepatu yang terjadi saat pelaksanaan Salat Jumat.
Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah jamaah menyadari alas kaki mereka hilang usai salat. Beberapa korban kemudian melapor kepada pengurus masjid karena tidak menemukan sepatu dan sandal yang sebelumnya disimpan di area penitipan.
Salah satu korban merupakan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) yang kehilangan sepatu Adidas Samba. Selain itu, seorang jamaah asal Kuningan juga kehilangan sepatu Reebok, serta sandal merek Eiger milik jamaah lainnya.
Pengurus DKM masjid lalu memeriksa rekaman kamera pengawas untuk mengetahui pelaku pencurian. Dari hasil pengecekan CCTV, terlihat seorang pria diduga mengambil sejumlah alas kaki jamaah dan masih berada di sekitar lokasi masjid.
Marbot masjid bernama Abas bersama sejumlah jamaah kemudian langsung mengejar pria tersebut hingga berhasil diamankan di area parkir saat hendak pergi menggunakan sepeda motor.
“Setelah dilihat dari CCTV, ternyata pelaku masih ada di lokasi. Langsung diamankan sama jamaah,” ujar Abas, Jumat (29/5).
Karena lokasi masjid berada di lingkungan Kodim 0614/Kota Cirebon, pelaku sementara dibawa ke pos piket untuk dimintai keterangan awal sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
Dari pemeriksaan sementara, pria tersebut mengaku berinisial HM (51), warga Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Saat diamankan, ia tidak membawa kartu identitas.
HM mengaku telah beberapa kali melakukan pencurian sepatu di masjid yang sama. Kepada petugas, ia berdalih hasil penjualan sepatu curian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Untuk dijual lagi, buat biaya hidup,” kata HM saat diperiksa.
Tak lama kemudian, anggota Polsek Kesambi datang ke lokasi dan membawa pelaku ke Mapolsek Kesambi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sejumlah korban dan saksi juga turut dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
