Wali Kota Cirebon Mulai Penataan Kabel Semrawut, Target 1 Kilometer per Hari

Kamis, 19 Feb 2026 14:18
    Bagikan  
Wali Kota Cirebon Mulai Penataan Kabel Semrawut, Target 1 Kilometer per Hari
Ist

Wali Kota Cirebon tampak memeriksa langsung perapihan kabel telekomunikasi di salah satu ruas jalan.

RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Kota Cirebon mulai menata kabel telekomunikasi yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan. Program ini ditargetkan mampu merapikan sekitar satu kilometer kabel setiap hari sebagai tahap awal pembenahan wajah kota.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo meninjau langsung pelaksanaan perdana penataan bersama jajaran Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS), perangkat daerah terkait, serta perwakilan operator telekomunikasi, Kamis (19/2/2026).

“Penataan ini kita mulai bertahap. Targetnya kurang lebih satu kilometer per hari dan akan berjalan beberapa bulan ke depan,” ujar Effendi Edo.

Ia menjelaskan, kegiatan teknis perapihan dijadwalkan satu kali dalam sepekan, dengan capaian sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dalam satu hari kerja. Pada tahap awal, sembilan ruas jalan menjadi prioritas dengan total panjang kabel yang ditata diperkirakan mencapai 15 kilometer.

Menurut Edo, langkah pertama difokuskan pada perapihan kabel udara yang menggantung dan tidak tertata. Setelah itu, pemerintah daerah akan menyiapkan infrastruktur ducting atau jalur kabel bawah tanah sebagai solusi jangka panjang.

“Kita rapikan dulu yang di atas. Setelah ducting siap, baru kabel dipindahkan ke bawah tanah dan yang lama dipotong,” katanya.

Ia menambahkan, rencana tersebut telah melalui kajian dan studi banding ke Bandung dan Bogor. Dari hasil kunjungan itu, pemerintah memastikan penataan tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap layanan internet warga.

“Sampai sekarang tidak ada keluhan berarti soal jaringan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Korwil Jawa Barat Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Yudiana Arifin, mengatakan seluruh operator yang beroperasi di Kota Cirebon wajib mengikuti penataan tersebut. Saat ini tercatat sekitar 18 operator yang terdata.

“Setiap Kamis akan kita efektifkan penataan. Ini menjadi kewajiban seluruh operator,” kata Yudiana.

Ia menegaskan, pembiayaan penataan hingga relokasi kabel ke bawah tanah sepenuhnya ditanggung operator tanpa menggunakan APBD.

Menurut dia, kabel fiber optik yang dirapikan juga tidak mengandung aliran listrik sehingga relatif aman bagi masyarakat.

“Fiber optik tidak ada arus listriknya. Jadi berbeda dengan kabel listrik dan relatif aman,” ucapnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Sempat Hilang Dua Hari, Bocah Perempuan di Kota Cirebon Ditemukan dengan Luka di Kaki
KAI Daop 3 Cirebon: Jalur Bumiayu Kembali Normal Usai Anjlok
DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Infrastruktur Jalan dalam Pembahasan LKPJ
Kereta Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Perjalanan KA Dialihkan dan Dibatalkan
Truk Tangki Air Oleng di Jalan Sudirman Kota Cirebon, Satu Tewas dan Tujuh Luka
Sekolah Lima Hari di SD Kota Cirebon Dimulai, DPRD Wanti-wanti Kesiapan
Fadli Zon Tinjau Gedung Kesenian di Cirebon, Siap Didorong Jadi Pusat Budaya
Kecelakaan di Flyover Pegambiran, Dua Pemudik Asal Tegal Meninggal Dunia
Intel Kodim 0614 Cirebon Ringkus Pengedar Sinte di Drajat Usai Aksi Kejar-kejaran
Pria Meninggal Dunia di Kamar Kos Kedawung, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan
Kuasa Hukum Ono Surono Angkat Bicara Soal Penggeledahan KPK
"Kulanun–Mangga" Diluncurkan, Dedi Mulyadi Soroti Identitas Budaya dan Pembangunan Cirebon
DPRD Kabupaten Cirebon: Hari Jadi ke-544 Jadi Momen Refleksi Pembangunan Daerah
371 Ribu Penumpang Gunakan KA di Daop 3 Cirebon Selama Lebaran 2026
Hari Jadi ke-544, DPRD Kabupaten Cirebon Resmikan Salam Khas “Kulanun–Mangga”
Polres Cirebon Kota Ungkap Jaringan Obat Ilegal, Pelaku Diciduk di Tiga Lokasi
Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp48,11 Triliun hingga Februari 2026
Selama Lebaran 2026, KAI Catat 171 Kereta Melintas Tiap Hari di Cirebon
Disbudpar: Kunjungan Wisata Kabupaten Cirebon Naik saat Lebaran, 11.510 Wisatawan
Kasus Uang Palsu Gegesik Viral, Komisi XI DPR RI Kardaya Gandeng BI dan OJK Edukasi Warga