Pemerintah Pulangkan Warga Cirebon Korban Perdagangan Orang di China

Sabtu, 7 Mar 2026 11:27
    Bagikan  
Pemerintah Pulangkan Warga Cirebon Korban Perdagangan Orang di China
Ist

Pemulangan Vina, perempuan asal Kabupaten Cirebon yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di China, saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (6/3/2026),

RINGKASNEWS.ID - Seorang perempuan asal Kabupaten Cirebon bernama Vina yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di China akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Vina tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 13.55 WIB. Kedatangannya disambut oleh sejumlah pihak yang telah berkoordinasi sejak awal untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon turut terlibat dalam proses penjemputan tersebut bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Provinsi Jawa Barat serta jajaran Polda Jawa Barat. Perwakilan keluarga korban juga hadir mendampingi saat Vina tiba di Indonesia.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, mengatakan setelah tiba di tanah air, korban langsung mendapatkan penanganan awal untuk memastikan kondisi fisik dan psikologisnya.

“Setelah tiba di Indonesia, Vina langsung dibawa ke rumah aman untuk menjalani pemulihan psikologis dan pemeriksaan kesehatan oleh tim dari DP2AKB Provinsi Jawa Barat,” kata Indra.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video pengakuan Vina beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku menjadi korban dugaan perdagangan orang saat berada di China dan meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar bisa dipulangkan ke Indonesia.

Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sejumlah instansi terkait untuk membantu proses pemulangan korban.

Indra menjelaskan, berdasarkan informasi awal, korban diduga direkrut melalui pendekatan langsung oleh pihak tertentu yang mendatangi korban maupun keluarganya. Setelah terjadi kesepakatan, korban kemudian diberangkatkan ke luar negeri.

“Modusnya diduga dengan mendatangi korban dan keluarganya secara langsung, kemudian menawarkan pekerjaan hingga akhirnya korban diberangkatkan ke luar negeri,” ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polda Jawa Barat tengah menindaklanjuti dugaan kasus tersebut. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik perdagangan orang tersebut.

Selain proses hukum, pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan lanjutan bagi korban guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal setelah kembali ke tanah air.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pungutan Cetak Kartu BPJS di Galagamba, Puskesos: Ada Mekanisme Sanksi
Eks Kasatpol PP Edi Siswoyo Resmi Jabat Pj Sekda Kota Cirebon
Pelatih Voli di Cirebon Ditetapkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak
Eks Pegawai Pos Mundu Cirebon Jadi Buron Kasus PKH, Akhirnya Diciduk di Lampung
Kerap Beraksi di Cirebon hingga Brebes, Spesialis Curanmor Ini Akhirnya Tertangkap
Hari Kartini, KAI Cirebon Ajak Penumpang Berani Lawan Pelecehan dan Tertib di Perlintasan
Tak Dibeliin Motor, Remaja di Cirebon Ngambek Lalu Panjat Tower
KAI Cirebon Tutup Dua Perlintasan Ilegal, Ini Lokasinya
Oknum Ketua Puskesos Galagamba Diduga Pungli Cetak Kartu BPJS
Dugaan Kekerasan Seksual Siswi SMA di Dukupuntang Cirebon, Keluarga Minta Polisi Segera Proses Kasus
KLB Campak di Kota Cirebon, DPRD Desak Respons Cepat Pemerintah
Sejumlah Pejabat Lapas Narkotika Cirebon Berganti, Ini Tujuannya
Berulang Kali Ditertibkan, Parkir Liar di Kota Cirebon Masih Saja Membandel
Bukan Sekadar Tradisi, Halalbihalal Urang Sumedang di Cirebon Jadi Penguat Kebersamaan
Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Beban Masyarakat Kembali Bertambah
Warga Masih Kerap Beraktivitas di Rel, KAI Ingatkan Soal Keselamatan
Warga Suranenggala Cirebon Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Tepi Laut
Tak Ada Ampun, Pelanggaran HP dan Narkoba di Lapas Cirebon Diancam Sanksi Pidana
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Hery Susanto Terseret Kasus Tambang Nikel
Triwulan I 2026, Penumpang Kereta di Cirebon Tembus 1 Juta
RINGKAS RADIO NET