Pegiat Sosial Minta Masyarakat Tak Tergiring Hoaks Kasus Vina Cirebon

Senin, 20 May 2024 14:15
    Bagikan  
Pegiat Sosial Minta Masyarakat Tak Tergiring Hoaks Kasus Vina Cirebon
Ist

Masyarakat Tak Tergiring Hoaks Kasus Vina Cirebon

RINGKASNEWS.ID  - Kasus Vina kembali menjadi sorotan publik setelah diangkat ke layar lebar. Dalam kasus tersebut, tiga orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Ramai di media sosial pengguna Instagram dengan akun bernama @voltcyber_v2 membeberkan bahwa kunci bisa tertangkapnya tiga DPO ialah Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. 

Akun tersebut mengklaim, sosok polisi itu merupakan kunci terungkapnya keberadaan Pegy alias Perong, Dani, dan Andi. 

“Cukup mudah untuk menangkap tiga DPO kasus Vina,” tulis akun tersebut, Minggu (19/5/2024). 

Hal ini ditanggapi oleh Pegiat media sosial dan konten kreator Indramayu sekaligus sutradara film, Taka Rich menurutnya, saat peristiwa maut Eky dan Vina terjadi pada bulan Agustus 2016, saat itu Adi Vivid Agustiadi Bachtiar belum menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota. 

"Ia baru menjabat Kapolres Cirebon Kota Desember 2016. Perwira Tinggi Polri berpangkat bintang satu tersebut pada saat itu menjabat Kapolres Cirebon Kota menggantikan Indra Jafar," ucapnya, Senin (20/5/2024). 

Taka menerangkan, awalnya kasus itu ditangani Polres Cirebon Kota dan beberapa minggu pasca kejadian, penyelidikan diambil oleh Polda Jawa Barat. 

"Jadi netizen harus lebih bijak dan cerdas, jangan tergiring satu isu yang belum valid kebenarannya kemudian menghubung-hubungkan dengan orang lain yang tidak ada kaitannya," ungkapnya. 

Menurut Taka, netizen jangan bermain dengan opini dan komentar yang tidak berdasarkan fakta yang ujungnya menjadi hoaks. 

Adi Vivid menjabat sebagai kapolres Cirebon Kota pada bulan Desember 2016. Sedangkan kasus Vina terjadi bulan Agustus 2016. Mana mungkin seorang Adi Vivid merekayasa kasus yang terjadi lima bulan sebelum ia menjabat,” ucapnya. 

Taka melanjutkan, masyarakat harusnya berterima kasih, karena kasus itu diungkap oleh Indra Jafar yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota. 

"Kita harus mengapresiasi jerih payah beliau, sehingga yang tadinya dugaan peristiwa lakalantas bisa terungkap menjadi kasus pembunuhan," ujarnya. 

Ia menambahkan, saat Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menjabat Kapolres Cirebon Kota, kasus Vina sudah ditangani Polda Jawa Barat. 

"Jangan menebarkan fitnah dan berita bohong. Apalagi sekarang ada Undang-Undang ITE. Netizen harus cerdas dan pintar. Jangan sampai tergiring opini yang tidak berdasarkan fakta di lapangan,” tandasnya. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Safari Ramadan NasDem Sambangi Pesantren hingga Gelar Aksi Sosial di Jabar
Uya Kuya Ajak Warga Setiabudi Perkuat Kesadaran Gizi Anak
Komisi IX Soroti Pentingnya Edukasi Gizi bagi Anak-anak di Tabanan
KAI Cirebon Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Sekitar Jalur Kereta
Edukasi Gizi Digencarkan di Pupuan, Tekankan Bahaya Makanan Ultra-Proses
Warga Indramayu Kini Bisa Konsultasi Masalah Keuangan Lewat TAKON OJK
DPR Tekankan Pengawasan Pemenuhan Gizi Siswa di Kota Serang
Komisi IX Ajak Warga Cianjur Perhatikan Asupan Gizi Anak
Nuroji Sebut Asupan Gizi Gratis sebagai Investasi Generasi Muda
Setahun Edo–Farida Memimpin, Efisiensi Anggaran Dikedepankan
Komisi IX Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang bagi Anak dan Ibu Hamil
KAI Cirebon Gandeng Karang Taruna Edukasi Keselamatan di Perlintasan Rel
Wali Kota Cirebon Mulai Penataan Kabel Semrawut, Target 1 Kilometer per Hari
Komisi IX Pastikan Program Pangan Bergizi Berjalan di Sidoarjo Sesuai Standar
Jalan Siliwangi Disulap Jadi Pusat Jajanan Ramadan, Hampir 500 UMKM Terlibat
Indah Kurniawati Dorong Penguatan Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya
Dentuman Bedug Samogiri Tandai Datangnya Ramadan di Keraton Kasepuhan
Lucy Kurniasari: Tak Boleh Ada Anak Indonesia Kekurangan Gizi
DPR Dorong MBG di Rembang Gunakan Bahan Baku Daerah
Komisi IX Pastikan Program Makan Bergizi Tepat Sasaran di Cianjur