Evaluasi PAD, DPRD Kabupaten Cirebon Minta Bapenda Maksimalkan Potensi Pajak Daerah

Kamis, 5 Mar 2026 10:19
    Bagikan  
Evaluasi PAD, DPRD Kabupaten Cirebon Minta Bapenda Maksimalkan Potensi Pajak Daerah
Ist

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia (tengah), memimpin rapat kerja bersama Bapenda Kabupaten Cirebon, Selasa (3/3/2026).

RINGKASNEWS.ID - DPRD Kabupaten Cirebon mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Selasa (3/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, DPRD meminta Bapenda memaksimalkan berbagai potensi pajak daerah agar penerimaan daerah dapat meningkat di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026.

Rapat kerja tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia. Pertemuan itu membahas realisasi PAD tahun sebelumnya sekaligus merumuskan langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah pada tahun anggaran berjalan.

Sophi mengatakan, Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber pendapatan yang cukup besar dan beragam. Karena itu, setiap capaian yang belum optimal perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan.

“PAD seharusnya menunjukkan tren peningkatan. Potensi yang dimiliki Kabupaten Cirebon cukup besar, sehingga perlu langkah nyata untuk menggali dan memaksimalkan sumber-sumber pendapatan daerah,” ujar Sophi.

Berdasarkan paparan Bapenda, realisasi PAD Kabupaten Cirebon pada tahun sebelumnya tercatat sekitar Rp501 miliar atau sekitar 91 persen dari target yang telah ditetapkan.

Meski capaian tersebut dinilai cukup baik, DPRD menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan penerimaan dari sejumlah sektor strategis.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), terutama dari subsektor makanan dan minuman, parkir, serta potensi pajak dan retribusi yang berkaitan dengan perkembangan kawasan industri dan aktivitas usaha di daerah.

Menurut Sophi, pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan kontribusi pajak daerah. Oleh karena itu, pemetaan potensi pajak perlu dilakukan secara lebih terukur agar penerimaan daerah dapat meningkat secara berkelanjutan.

Selain optimalisasi potensi, DPRD juga menyoroti pentingnya meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Ia menilai regulasi yang telah ditetapkan harus dibarengi dengan pengawasan serta penegakan aturan yang konsisten.

“Jika regulasi sudah jelas tetapi masih ditemukan ketidakpatuhan, berarti ada celah dalam pengawasan yang harus diperkuat. Tujuannya bukan semata penindakan, tetapi memastikan adanya keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh wajib pajak,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas kebijakan efisiensi anggaran daerah tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp207 miliar. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi sumber pendapatan yang sah.

DPRD mendorong Bapenda untuk memperkuat pengelolaan pajak dan retribusi berbasis data serta memanfaatkan teknologi informasi dalam pemetaan potensi pendapatan daerah. Pendekatan tersebut dinilai penting agar perencanaan target PAD dapat disusun secara lebih akurat.

Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya perencanaan pendapatan yang didukung kajian dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga target yang ditetapkan tidak hanya bersifat perkiraan, tetapi benar-benar berdasarkan potensi riil di lapangan.

Isu potensi kebocoran PAD turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. DPRD menilai sinergi antarperangkat daerah sangat penting agar seluruh potensi penerimaan dapat tercatat dan masuk ke kas daerah secara optimal.

“Kami ingin PAD benar-benar maksimal dan terkelola dengan baik. Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah harus semakin cermat dan inovatif dalam mengelola pendapatan daerah,” kata Sophi.

Melalui rapat kerja itu, DPRD Kabupaten Cirebon berharap Bapenda segera menyiapkan langkah-langkah konkret dan terukur untuk meningkatkan PAD.

"Optimalisasi pendapatan daerah menjadi salah satu kunci dalam mendukung pembiayaan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon," tuturnya. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Eko Iskandar sebagai Kapolres Cirebon Kota
Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis
Massa Desak Pemkot Cirebon Cabut Satgas Pajak, Prioritaskan Jalan dan Sampah
Nelayan Citemu Cirebon Kini Tak Perlu Lagi Beli Es Balok untuk Melaut
KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan di Stasiun dan Jalur Kereta
Kebakaran Rumah di Graha Tanjung Cirebon Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah di Lahan Kosong
Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan