Tak Ada Ampun, Pelanggaran HP dan Narkoba di Lapas Cirebon Diancam Sanksi Pidana

Kamis, 16 Apr 2026 15:32
    Bagikan  
Tak Ada Ampun, Pelanggaran HP dan Narkoba di Lapas Cirebon Diancam Sanksi Pidana
Ringkas Media

Ikrar bersama pegawai Lapas Narkotika Kelas II Cirebon, komitmen zero HP dan narkoba di dalam lapas.

RINGKASNEWS.ID - Komitmen tegas ditegaskan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny. Ia memastikan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat pelanggaran penggunaan handphone maupun peredaran narkotika di dalam lapas.

Pernyataan itu disampaikan usai kegiatan ikrar bersama seluruh pegawai di Aula Lapas Narkotika Cirebon, Kamis (16/4/2026). Ikrar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan menutup celah pelanggaran di lingkungan lapas.

“Seluruh pegawai telah berkomitmen, tidak ada pelanggaran terkait HP maupun narkotika di dalam lapas,” ujar Machda.

Menurutnya, komitmen itu tidak berhenti pada seremoni. Pihak lapas secara rutin melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan, disertai pengawasan ketat terhadap aktivitas di dalam lapas.

Machda menegaskan, sanksi berat menanti siapa saja yang terbukti melanggar, baik pegawai maupun warga binaan. Proses hukum pun tidak akan dihindari.

“Kalau ada pegawai yang terlibat, kami tidak segan menindak. Akan dilakukan BAP dan diproses lebih lanjut, termasuk kemungkinan dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.

Sementara bagi warga binaan, pelanggaran akan dicatat dalam Register F. Dampaknya cukup serius, mulai dari hilangnya hak remisi hingga pembebasan bersyarat.

“Warga binaan yang masuk Register F berisiko kehilangan remisi, termasuk remisi 17 Agustus, serta pembebasan bersyarat,” jelas Machda.

Di sisi lain, pihak lapas juga terus mendorong pembinaan positif. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari program ketahanan pangan hingga pelatihan keterampilan seperti membatik payung, membuat keramik, serta produksi roti dan sabun.

Machda berharap, bekal keterampilan tersebut dapat membantu warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Harapannya, mereka punya keterampilan dan bisa kembali diterima dengan baik di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental
DJP Mulai Uji Coba Skema Kepatuhan Pajak Baru Bersama Pertamina
Kecelakaan Truk di Gronggong, Satu Keluarga Tewas, Anak Sulung Jalani Amputasi
Kapolres Cirebon Kota Bertemu Danlanal, Bahas Koordinasi Pengamanan Wilayah
Ribuan Pelari Ramaikan Port Night Run 2026 di Pelabuhan Cirebon
Hilang Saat Bersihkan Lambung Kapal, Nelayan Citemu Ditemukan Meninggal
Kilatan Cahaya Disusul Dentuman Keras Gegerkan Warga Cirebon, Diduga Dipicu Meteor
Prestasi Akademik 19 Anak Pegawai Lapas Narkotika Cirebon Dapat Apresiasi
Sampah yang Menumpuk di Jalur Cirebon-Bandung Akhirnya Dibersihkan, CCTV hingga Denda Disiapkan
Cheng Ho Cup 2026 Bawa Tim Tiga Negara ke Cirebon, Sport Tourism Ikut Bergerak
KAI Daop 3 Cirebon dan IRPS Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang
Ratusan Bangunan di Jalan Kesambi Kota Cirebon Bersiap Ditertibkan
Warga Desa Suci Mundu Digegerkan Penemuan Pria Tewas Gantung Diri
Angkutan Barang Berbasis Rel di Cirebon Makin Diminati Pelaku Logistik