KLB Campak di Kota Cirebon, DPRD Desak Respons Cepat Pemerintah

Senin, 20 Apr 2026 15:57
    Bagikan  
KLB Campak di Kota Cirebon, DPRD Desak Respons Cepat Pemerintah
Ist

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti.

RINGKASNEWS.ID - Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kota Cirebon masih berlangsung sejak ditetapkan pada 20 Februari 2026. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir terhadap penularan pada anak-anak.

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, menilai situasi tersebut perlu ditangani dengan lebih cepat dan serius. Ia menegaskan, langkah yang diambil tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus terkoordinasi.

“Respons cepat dari pemerintah sangat dibutuhkan. Penanganan tidak bisa parsial, harus melibatkan semua pihak agar penyebaran bisa segera ditekan,” ujar Rinna, Senin, (20/4/2026).

Menurut dia, selain penanganan medis, upaya edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat. Terutama terkait pentingnya imunisasi dan kewaspadaan terhadap gejala awal campak, agar warga dapat segera mengambil langkah saat menemukan tanda-tanda penyakit.

“Edukasi ini penting supaya masyarakat tidak terlambat menyadari gejala. Dengan begitu, penanganan bisa lebih cepat dan risiko penularan dapat diminimalkan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam memutus rantai penyebaran. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap dinilai menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan.

“Mulai dari lingkungan keluarga, itu yang paling utama. Kalau semua sadar dan bergerak bersama, penyebaran bisa ditekan,” ucapnya.

DPRD berharap, dengan respons yang lebih cepat dan langkah yang terarah, kasus campak di Kota Cirebon dapat segera dikendalikan dan status KLB bisa segera berakhir.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Rem Blong, Truk Kontainer Hantam Warung di Arjawinangun, Satu Orang Tewas
Pria Asal Waled Tewas Diduga Tertemper Kereta di Mundu Cirebon
DJP Rilis PP 20 Tahun 2026, Ini Perubahan untuk Pajak UMKM
Ada Diskon Tiket Kereta di Songlist Festival Cirebon, Ini Syaratnya
Akusospol Ingatkan Pejabat Publik Tak Berlindung di Balik Urusan Pribadi
Hotel Santika Cirebon Hadirkan Heritage Week 2026 untuk Angkat Budaya Lokal
Polres Cirebon Kota Bongkar Jaringan Curanmor dan Penadahan Antarprovinsi
Kota Cirebon Sabet Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
Kodim 0614/Kota Cirebon Perkenalkan Kompi Produksi ke Mahasiswa Pertanian UGJ
Stasiun Cirebon Masuk Usia 114 Tahun, Layanan Penumpang Terus Naik
SMSI Kota Cirebon dan BI Bahas Peran Media dalam Informasi Ekonomi
Warga Kabupaten Cirebon Keluhkan Layanan KTP yang Lambat, Harus Bolak-balik ke Kecamatan
DPRD Kabupaten Cirebon Matangkan Raperda Data Presisi untuk Dukung Pembangunan Tepat Sasaran
Petani Sulit Pupuk, Nelayan Mengeluh Hasil Tangkapan Menurun, Jadi Sorotan Warga NU Cirebon
Nelayan Se-Pantura Ancam Demo Besar ke Jakarta, Tuntut Harga Solar Rp13.000
Kalapas Narkotika Cirebon Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Handphone Ilegal dan Narkoba
Kodim Kota Cirebon Temukan Remaja Pesta Miras dan Amankan Empat Motor saat Patroli
Satreskrim Polres Cirebon Kota Ringkus Tiga Pengamen Pelaku Curanmor
Unggah Video Asusila Sesama Jenis di X, Caleg Gagal di Kota Cirebon Ditangkap Polisi
Rekaman CCTV di Masjid Darul Muttaqim Cirebon Bongkar Aksi Pencuri Sepatu saat Salat Jumat