Pemkot Cirebon Rotasi dan Mutasi 41 Pejabat untuk Penyegaran Organisasi

Kamis, 23 Oct 2025 14:08
    Bagikan  
Pemkot Cirebon Rotasi dan Mutasi 41 Pejabat untuk Penyegaran Organisasi
Dok.Humas Pemkot

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyematkan tanda pangkat kepada pejabat yang baru dilantik dalam upacara pelantikan pejabat administrator dan pengawas di halaman Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Kamis (23/10/2025).

RINGKASNEWS.ID - Pemerintah Kota Cirebon melantik 41 pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV) yang mengalami rotasi dan promosi jabatan pada Kamis (23/10/2025), di lapangan upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan proses alami dalam pemerintahan yang bertujuan menjaga dinamika, regenerasi, serta efektivitas pelayanan publik.

“Rotasi dan mutasi bukan sekadar penempatan orang pada jabatan baru, tetapi bagian dari pembinaan karier dan penguatan organisasi. Kita ingin birokrasi yang lebih segar, adaptif, dan terbuka terhadap tantangan zaman,” ujar Edo.

Ia menambahkan, pelantikan yang digelar di bawah langit terbuka memiliki makna simbolik dan spiritual. Menurutnya, pelantikan di lapangan menjadi pengingat bahwa jabatan publik harus dijalankan secara transparan dan dapat diuji oleh masyarakat.

“Langit yang menjadi atap kita adalah saksi bahwa di atas setiap sumpah ada Tuhan yang mendengar. Dan tanah yang kita pijak mengingatkan bahwa setiap jabatan berakar pada pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

Dalam arahannya, Wali Kota meminta pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dengan integritas, disiplin, dan semangat kolaboratif. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan akuntabilitas di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi terhadap pelayanan pemerintah.

“Jabatan publik tidak boleh bersembunyi di balik dinding birokrasi. Setiap keputusan dan kebijakan harus bisa dilihat, dikritik, dan diuji oleh publik,” kata Edo.

Ia juga menyinggung pentingnya inovasi di tengah perubahan digital dan sosial yang cepat. ASN, katanya, harus mampu beradaptasi dan menghasilkan kinerja yang terukur serta berdampak langsung pada masyarakat.

“Di era digital, ukuran kerja bukan lagi berapa lama seseorang berada di kantor, tapi sejauh mana hasil kerjanya dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Sebagai bagian dari reformasi birokrasi, Pemkot Cirebon kini mulai menerapkan Sistem Manajemen Talenta untuk memastikan penempatan ASN sesuai kompetensi dan potensi terbaiknya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, menjelaskan bahwa sistem tersebut dikembangkan secara bertahap dengan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Sistem ini membantu pimpinan dalam mengambil keputusan secara objektif dan mempersiapkan suksesi jabatan agar tidak terjadi kekosongan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan aplikasi Sistem Manajemen Talenta Terintegrasi dan Mudah (SIMANTAN TERINDAH) sebagai inovasi digital untuk memantau kinerja ASN secara transparan dan berbasis data.

Melalui rotasi, mutasi, dan sistem manajemen yang baru, Pemkot Cirebon berharap birokrasi dapat semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Satresnarkoba Polres Cirebon Kota Razia Tempat Hiburan Malam di Dua Lokasi
Barista Battle Vol. 3 di Hotel Santika Linggarjati Dimenangi Barista Asal Bandung
Doa Keselamatan Warnai Tradisi Apeman Keraton Kasepuhan Cirebon
Ditemukan Meninggal di Pabrik Harjamukti, Polisi Sebut Korban Diduga Punya Riwayat Penyakit
Mau Magang di KAI? Daop 3 Cirebon Kini Layani Pengajuan Lewat InternHub
Kapolres Ciko Baru Dapat Titipan PR dari DPRD, Berantas Narkoba hingga Kejahatan Jalanan
Perumda Pasar Cirebon Kejar Pendapatan Rp13 Miliar, Kontrak Parkir GTC Belum Diperpanjang
AKBP Bimantoro Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Eko Iskandar sebagai Kapolres Cirebon Kota
Reyharp & Balawan Project Bawa Jazz Indonesia Bersinar di Panggung Dunia
Operasi Gabungan Kodim 0614 dan Polri, Titik Rawan Kriminal dan Balap Liar Jadi Sasaran
Hari Anak Nasional, 43 Anak Jajal Jadi General Manager Hotel Selama Sehari
Lapas Narkotika Cirebon Terapkan PAS-KODE, Uang Tunai Tak Lagi Berlaku di Blok Hunian
Kuwu Gegesik Wetan Bantah Dugaan Penyimpangan Anggaran Ketahanan Pangan
Satpol PP Rantai 17 Motor Parkir Liar di Depan SMAK Penabur, Jukir Kabur Saat Razia
Jumlah Wisatawan Asing Naik Kereta di Daop 3 Cirebon Meningkat 13,8 Persen
Gunakan RT/RW untuk Data Potensi Pajak Kendaraan, Pengamat: Itu Cara Kolonial dan Intimidatif
Advokat Senior Rusdianto Dipercaya Nahkodai PD Pembangunan Kota Cirebon
Terungkap, Oknum PNS Bunuh Ibu Rumah Tangga di Jagapura Demi Perhiasan Emas
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Siswa SD Pahami Bahaya Bermain di Jalur Rel
Polresta Cirebon Bongkar 26 Kasus Narkoba dan Obat Keras, Tiga Pelakunya Residivis