Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta Penanganan Banjir dan Infrastruktur 2026 Lebih Terarah

Selasa, 20 Jan 2026 13:19
    Bagikan  
Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta Penanganan Banjir dan Infrastruktur 2026 Lebih Terarah
Ist

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah, menyampaikan pandangan dalam rapat kerja bersama DPUTR membahas penanganan banjir dan penataan infrastruktur tahun 2026.

RINGKASNEWS.ID - Komisi II DPRD Kota Cirebon menyoroti rencana program penanganan banjir dan penataan infrastruktur yang akan dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) pada tahun 2026. Penegasan itu disampaikan dalam rapat kerja yang digelar bersama DPUTR, Senin (19/1/2026).

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah, menyampaikan bahwa upaya normalisasi sungai yang dilakukan sepanjang 2025 patut diapresiasi. Tercatat, sebanyak 14 sungai telah dinormalisasi untuk mengurangi risiko genangan di sejumlah wilayah.

Namun demikian, ia menilai masih terdapat titik-titik rawan banjir yang membutuhkan perhatian serius. Beberapa di antaranya berada di Jalan Cipto, kawasan Perumnas tepat di depan RS Siloam, serta puluhan titik drainase yang menjadi kewenangan DPUTR.

“Normalisasi sudah berjalan, tetapi masih ada kawasan yang perlu penanganan lebih intensif. Ini harus menjadi fokus utama ke depan,” kata Handarujati, yang akrab disapa Andru.

Andru juga menilai kinerja perbaikan jalan sepanjang 2025 cukup positif. Dari 26 ruas jalan yang ditangani, hasilnya dinilai memadai. Meski begitu, Komisi II meminta agar pelaksanaan program pada 2026 dilakukan lebih optimal dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Selain perbaikan jalan, Andru menekankan pentingnya penambahan fasilitas pengendali banjir, seperti embung atau tempat parkir air. Menurut dia, posisi Kota Cirebon yang berada di wilayah hilir membuat kota ini rentan terdampak luapan air saat debit sungai meningkat.

“Saat ini kapasitas embung baru sekitar 300 meter kubik, sementara kebutuhan ideal mencapai 3.000 meter kubik. Kekurangan ini harus segera diatasi karena berpengaruh langsung pada beban aliran air, khususnya di kawasan Terusan Pemuda,” ucapnya.

Dalam aspek penataan kota, Komisi II juga meminta agar pembangunan infrastruktur direncanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengantisipasi faktor cuaca agar pelaksanaan pekerjaan fisik tidak menumpuk di akhir tahun.

“Pekerjaan sebaiknya sudah mulai berjalan di triwulan kedua supaya hasilnya lebih maksimal dan tidak tergesa-gesa,” kata Andru.

Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menyatakan bahwa program kerja tahun 2026 tetap memprioritaskan perbaikan jalan dan penanganan banjir. Perbaikan jalan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas di sejumlah ruas, seperti Jalan Cipto, Sumurwuni, Kedungkrisik, hingga Argasunya.

Selain itu, pihaknya juga tengah mengajukan dukungan pendanaan melalui Instruksi Presiden (Inpres) untuk perbaikan sejumlah ruas jalan strategis, di antaranya Jalan Wahidin, Rajawali Raya, dan Siliwangi.

“Untuk banjir, normalisasi sungai akan terus dilakukan secara rutin karena sedimentasi di Kota Cirebon cukup tinggi. Sebagai wilayah hilir, idealnya sungai dinormalisasi maksimal dua tahun sekali,” kata Rachman.

Rapat kerja tersebut turut dihadiri anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, yakni Dian Novitasari, H Karso, Een Rusmiyati, dan Abdul Wahid Wadinih.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

KAI dan DJKA Tinjau Lintas Cirebon untuk Persiapan Angkutan Lebaran
Komisi IX DPR Perkenalkan Program Makan Bergizi Gratis di Gianyar
Pemkot Cirebon Pastikan Simpanan Nasabah BPR Aman di Bawah Penjaminan LPS
KAI Daop 3 Cirebon Buka Kantor Layanan Aset Terpadu di Pegadenbaru
Perumda BPR Bank Cirebon Ditutup, OJK Cabut Izin Usaha
DPRD Kota Cirebon Dorong Pelestarian Tokoh Sejarah Masuk Dokumen Pembangunan
Radio Ekraf 2026 Diluncurkan, Kemenekraf Fokus Benahi Ekosistem Penyiaran Daerah
Muh Haris Sebut MBG Tak Hanya Soal Gizi, tetapi Juga Penggerak Ekonomi Daerah
DJP dan Bareskrim Polri Perbarui Kerja Sama Penegakan Hukum Pajak
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Digelar di Desa Kertajaya, Cianjur
Banjir Belum Surut, Polres Cirebon Kota Salurkan Bantuan untuk Warga Villa Intan Klayan
BPBD Catat 234 Kejadian Bencana di Kabupaten Cirebon Sepanjang 2025
Sophi Zulfia: Hasil Rakornas Harus Diterapkan dalam Kebijakan Daerah
Kasus Dugaan Penggelapan PPN Rp583 Miliar, Tiga Perusahaan Baja di Tangerang Diperiksa DJP
AKSA Cafe Resmi Dibuka di Kota Cirebon, Usung Konsep Semi Open Space
Tiket Mudik Lebaran 2026 Masih Banyak, Ini Data Penjualan KAI Daop 3 Cirebon
Sambut Ramadhan, Hotel Santika Premiere Linggarjati Tawarkan Iftar Nusantara–Timur Tengah
Pipa Utama PDAM Kota Cirebon Jebol, Perbaikan Ditargetkan Dua Hari
Pengurus SMSI Kota Cirebon 2026–2029 Dilantik, Tegaskan Komitmen Media Siber Profesional
Perda Pajak Kota Cirebon Dievaluasi Pemerintah Pusat, DPRD Soroti Dampaknya bagi UMKM