Jangan Sampai Terlambat, Ini Jadwal dan Cara Lapor SPT 2026

Minggu, 1 Mar 2026 10:17
    Bagikan  
Jangan Sampai Terlambat, Ini Jadwal dan Cara Lapor SPT 2026
Ist

Batas lapor SPT 2026 sudah ditetapkan. Orang pribadi paling lambat 31 Maret, badan usaha 30 April 2026.

RINGKASNEWS.ID - Wajib pajak diingatkan untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) tahun pajak 2025 sebelum batas waktu berakhir. Keterlambatan pelaporan dapat berujung pada sanksi administrasi berupa denda.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menetapkan batas akhir pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi jatuh pada 31 Maret 2026. Sementara itu, untuk SPT Tahunan PPh Badan, tenggat waktunya adalah 30 April 2026.

“Wajib pajak diimbau tidak menunggu hingga mendekati batas waktu. Laporkan lebih awal untuk menghindari kendala teknis maupun risiko keterlambatan,” tulis DJP dalam keterangan resminya.

Kini Wajib Lewat Coretax

Tahun ini, pelaporan SPT Tahunan tidak lagi menggunakan e-Filing. DJP resmi mengalihkan layanan pelaporan ke sistem baru bernama Coretax yang terintegrasi dalam sistem administrasi perpajakan terbaru.

“Seluruh penyampaian SPT Tahunan dilakukan melalui Coretax. Pastikan akun sudah aktif dan data telah diperbarui sebelum mulai mengisi SPT,” tulis DJP dalam panduan resminya.

Wajib pajak dapat masuk ke akun Coretax menggunakan NIK atau NPWP 16 digit dan kata sandi yang telah didaftarkan. Untuk proses pengiriman SPT, diperlukan kode otorisasi atau sertifikat elektronik sebagai tanda tangan digital.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagi wajib pajak orang pribadi karyawan, dokumen utama yang perlu disiapkan adalah bukti potong pajak formulir A1 dari pemberi kerja.

Selain itu, wajib pajak juga perlu menyiapkan daftar harta dan utang per 31 Desember 2025, data anggota keluarga yang menjadi tanggungan, serta dokumen lain jika memiliki penghasilan tambahan.

DJP menjelaskan bahwa sebagian data, seperti penghasilan neto dan kredit pajak, akan terisi otomatis apabila bukti potong dari pemberi kerja sudah tersedia di sistem.

“Meski sistem telah memuat data otomatis, wajib pajak tetap harus memastikan seluruh informasi yang tercantum sesuai dengan kondisi sebenarnya,” tulis DJP.

Tahapan Lapor SPT untuk Karyawan

Secara umum, pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi karyawan melalui Coretax dilakukan dalam beberapa langkah.

Pertama, login ke akun Coretax dan unduh bukti potong A1 melalui menu “Portal Saya” dan “Dokumen Saya”.

Kedua, buat konsep SPT dengan memilih jenis pajak PPh Orang Pribadi dan periode SPT Tahunan untuk tahun pajak Januari–Desember 2025.

Ketiga, isi bagian induk SPT dengan memilih sumber penghasilan dari pekerjaan dan metode pencatatan. Sistem akan menampilkan data yang sudah tersimpan, termasuk penghasilan, kredit pajak, harta, utang, dan tanggungan keluarga.

Keempat, lengkapi lampiran yang memuat rincian harta, utang, tanggungan, serta daftar bukti pemotongan pajak.

Setelah seluruh data diperiksa, wajib pajak dapat menyimpan konsep SPT, melakukan pembayaran jika terdapat kekurangan bayar, lalu menandatangani dan mengirimkan SPT menggunakan kode otorisasi.

Jika berhasil, sistem akan menerbitkan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) sebagai tanda bahwa pelaporan telah selesai.

DJP kembali mengingatkan agar pelaporan dilakukan lebih awal. Selain menghindari denda, pelaporan tepat waktu juga menjadi bentuk kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan setiap tahunnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kebakaran Rumah di Graha Tanjung Cirebon Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah di Lahan Kosong
Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Sebanyak 32 Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi
Kepala SDN Nusantara Jaya Klarifikasi Isu MPLS, Seragam dan Buku Dipastikan Tanpa Pungutan
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Memanas, Tiga Pendiri Siap Gugat Pembekuan Dividen
Maxi Cirebon Siapkan Turnamen Biliar 9 Ball Home Series 3 pada Agustus
OJK Minta Perbankan Cirebon Raya Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM
Terminal Harjamukti Kaji Penataan Kawasan dan Integrasi Angkutan Umum
Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara
597 Siswa SMKN 1 Susukan Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong