Aktivitas Stockpile Batubara dan Cangkang Sawit di Pelabuhan Cirebon Diprotes Warga

Rabu, 7 Jan 2026 15:17
    Bagikan  
Aktivitas Stockpile Batubara dan Cangkang Sawit di Pelabuhan Cirebon Diprotes Warga
Ist

Warga Panjunan menggelar aksi protes menuntut penghentian aktivitas stockpile batubara dan cangkang sawit di kawasan Pelabuhan Cirebon, Rabu (7/1/2026).

RINGKASNEWS.ID - Warga Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, memprotes aktivitas stockpile batubara dan cangkang sawit di kawasan Pelabuhan Cirebon. Warga menilai keberadaan stockpile tersebut kembali menimbulkan dampak lingkungan dan sosial bagi permukiman di sekitar pelabuhan.

Ketua Forum Panjunan Bersatu (FPB) Zaki Mubarok mengatakan, penutupan aktivitas stockpile menjadi tuntutan utama masyarakat yang disuarakan dalam aksi protes beberapa hari terakhir. Menurut dia, warga hanya meminta penghentian stockpile, bukan menghentikan aktivitas pelabuhan secara keseluruhan.

“Kami tidak menolak bongkar muat di pelabuhan. Yang kami minta hanya aktivitas stockpile batubara dan cangkang sawit dihentikan,” ujar Zaki, Rabu (7/1/2026).

Zaki mengungkapkan, aktivitas stockpile di dalam Pelabuhan Cirebon sebenarnya sempat dihentikan pada 2016 berdasarkan kesepakatan bersama. Namun, pada 2022, kegiatan tersebut kembali berjalan tanpa kejelasan komitmen kepada masyarakat sekitar.

Sejak kembali beroperasi, kata Zaki, warga tidak pernah mendapatkan penjelasan terbuka terkait pengelolaan lingkungan maupun dampak yang ditimbulkan. Kondisi ini memicu penolakan karena warga merasa keberatan dengan debu dan aktivitas lalu lintas yang ditimbulkan.

Warga juga menyoroti perbedaan perlakuan terhadap stockpile milik pihak swasta dan milik Pelindo melalui PT PTP. Sejumlah stockpile swasta disebut telah lebih dulu ditutup, sementara stockpile milik PT PTP masih beroperasi.

Menurut Zaki, penutupan stockpile swasta berkaitan dengan persoalan kewajiban pembayaran yang kini tengah diproses oleh Kejaksaan. Meski pengusaha swasta telah menyatakan kesanggupan menyelesaikan kewajiban tersebut, prosesnya dinilai berjalan lambat dan belum jelas.

“Kami melihat tidak ada kejelasan penyelesaian. Manajemen pelabuhan juga sulit ditemui dan tidak pernah berdialog langsung dengan warga,” katanya.

Warga menyatakan enggan kembali membuka ruang dialog jika tidak disertai kejelasan sikap dari pengelola pelabuhan. Aksi protes disebut akan terus berlanjut hingga 9 Januari 2026 apabila tuntutan belum ditanggapi.

Meski demikian, warga mengapresiasi langkah Kapolres Cirebon yang bersedia memfasilitasi komunikasi. Kapolres disebut akan berkoordinasi dengan manajemen Pelabuhan Cirebon, KSOP, dan Kejaksaan Negeri untuk mengklarifikasi persoalan perizinan dan kewajiban pembayaran.

Selain dampak lingkungan, warga juga menyoroti dampak ekonomi. Sebelumnya, pengelola stockpile swasta rutin memberikan kontribusi kepada warga dan nelayan Panjunan berdasarkan tonase barang. Kontribusi tersebut kini tidak lagi diterima.

Dari sisi perizinan, warga mempertanyakan kelengkapan izin lingkungan stockpile milik PT PTP. Warga menilai aspek perizinan perlu dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

KAI dan DJKA Tinjau Lintas Cirebon untuk Persiapan Angkutan Lebaran
Komisi IX DPR Perkenalkan Program Makan Bergizi Gratis di Gianyar
Pemkot Cirebon Pastikan Simpanan Nasabah BPR Aman di Bawah Penjaminan LPS
KAI Daop 3 Cirebon Buka Kantor Layanan Aset Terpadu di Pegadenbaru
Perumda BPR Bank Cirebon Ditutup, OJK Cabut Izin Usaha
DPRD Kota Cirebon Dorong Pelestarian Tokoh Sejarah Masuk Dokumen Pembangunan
Radio Ekraf 2026 Diluncurkan, Kemenekraf Fokus Benahi Ekosistem Penyiaran Daerah
Muh Haris Sebut MBG Tak Hanya Soal Gizi, tetapi Juga Penggerak Ekonomi Daerah
DJP dan Bareskrim Polri Perbarui Kerja Sama Penegakan Hukum Pajak
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Digelar di Desa Kertajaya, Cianjur
Banjir Belum Surut, Polres Cirebon Kota Salurkan Bantuan untuk Warga Villa Intan Klayan
BPBD Catat 234 Kejadian Bencana di Kabupaten Cirebon Sepanjang 2025
Sophi Zulfia: Hasil Rakornas Harus Diterapkan dalam Kebijakan Daerah
Kasus Dugaan Penggelapan PPN Rp583 Miliar, Tiga Perusahaan Baja di Tangerang Diperiksa DJP
AKSA Cafe Resmi Dibuka di Kota Cirebon, Usung Konsep Semi Open Space
Tiket Mudik Lebaran 2026 Masih Banyak, Ini Data Penjualan KAI Daop 3 Cirebon
Sambut Ramadhan, Hotel Santika Premiere Linggarjati Tawarkan Iftar Nusantara–Timur Tengah
Pipa Utama PDAM Kota Cirebon Jebol, Perbaikan Ditargetkan Dua Hari
Pengurus SMSI Kota Cirebon 2026–2029 Dilantik, Tegaskan Komitmen Media Siber Profesional
Perda Pajak Kota Cirebon Dievaluasi Pemerintah Pusat, DPRD Soroti Dampaknya bagi UMKM