RINGKASNEWS.ID - Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon menerima aspirasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Cirebon terkait meningkatnya risiko banjir di sejumlah wilayah. Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar pada Rabu (14/1/2026).
Dalam pertemuan itu, HMI menyoroti kondisi lingkungan yang dinilai semakin memprihatinkan. Penggundulan hutan dan alih fungsi lahan disebut menjadi salah satu penyebab utama menurunnya daya serap tanah, sehingga banjir kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Perwakilan HMI mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga kelestarian hutan, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana mengapresiasi kepedulian dan masukan yang disampaikan oleh HMI. Ia menegaskan bahwa persoalan banjir tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan tata kelola hutan yang berkelanjutan.
“Masalah banjir ini berkaitan erat dengan kerusakan lingkungan. Aspirasi dari HMI menjadi catatan penting bagi kami untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar Anton.
Ia menambahkan, Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon akan mendorong evaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan serta memperkuat fungsi pengawasan agar kerusakan hutan dapat ditekan.
Anton juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan solusi jangka panjang guna mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon.
