BPBD Catat 234 Kejadian Bencana di Kabupaten Cirebon Sepanjang 2025

Sabtu, 7 Feb 2026 17:39
    Bagikan  
BPBD Catat 234 Kejadian Bencana di Kabupaten Cirebon Sepanjang 2025
Ringkas Media

Bencana Hidrometeorologi Masih Dominasi Kejadian di Kabupaten Cirebon.

RINGKASNEWS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat terjadi 234 peristiwa bencana sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 243 kejadian.

Data BPBD menunjukkan, sebagian besar bencana yang terjadi dipicu faktor hidrometeorologi, terutama banjir dan cuaca ekstrem. Kondisi ini masih menjadi ancaman utama di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Ikin Asikin mengatakan, meskipun jumlah kejadian menurun, potensi bencana hidrometeorologi belum bisa diabaikan. Curah hujan tinggi disertai angin kencang masih berpeluang memicu banjir, tanah longsor, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.

“Potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai. Hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor bisa terjadi sewaktu-waktu di beberapa daerah,” kata Ikin, Jumat (6/2/2026).

Ikin meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca dari sumber resmi, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut dinilai penting sebagai langkah awal antisipasi risiko bencana.

Selain itu, warga diimbau membatasi aktivitas di kawasan rawan bencana, seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, serta wilayah pesisir, terutama saat cuaca ekstrem terjadi.

BPBD juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan, salah satunya dengan menjaga kebersihan saluran air untuk mengurangi risiko banjir. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga yang berpotensi terdampak angin kencang atau genangan air.

Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 atau melapor langsung ke BPBD Kabupaten Cirebon melalui WhatsApp di nomor 0877-8729-9991.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Koordinasi dan kesiapsiagaan bersama sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana,” terang Ikin.

BPBD Kabupaten Cirebon memastikan tetap melakukan koordinasi lintas instansi dan pemantauan kondisi wilayah, mengingat potensi bencana hidrometeorologi di daerah tersebut masih tergolong tinggi.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Caruban Promosindo

Berita Terbaru

Banjir Belum Surut, Polres Cirebon Kota Salurkan Bantuan untuk Warga Villa Intan Klayan
BPBD Catat 234 Kejadian Bencana di Kabupaten Cirebon Sepanjang 2025
Kasus Dugaan Penggelapan PPN Rp583 Miliar, Tiga Perusahaan Baja di Tangerang Diperiksa DJP
AKSA Cafe Resmi Dibuka di Kota Cirebon, Usung Konsep Semi Open Space
Tiket Mudik Lebaran 2026 Masih Banyak, Ini Data Penjualan KAI Daop 3 Cirebon
Sambut Ramadhan, Hotel Santika Premiere Linggarjati Tawarkan Iftar Nusantara–Timur Tengah
Pipa Utama PDAM Kota Cirebon Jebol, Perbaikan Ditargetkan Dua Hari
Pengurus SMSI Kota Cirebon 2026–2029 Dilantik, Tegaskan Komitmen Media Siber Profesional
Perda Pajak Kota Cirebon Dievaluasi Pemerintah Pusat, DPRD Soroti Dampaknya bagi UMKM
Program MBG Disiapkan sebagai Langkah Bertahap Perbaiki Gizi Masyarakat Grobogan
Program Makan Bergizi Gratis 2026 Dimulai, Grobogan Jadi Lokasi Perdana Sosialisasi
Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Karier Lewat Konser Dua Delapan di Senayan
Cirebon Power Catat Peningkatan Produksi Listrik Sepanjang 2025
Pemerintah Buka Kembali Akses Grok di Indonesia dengan Pengawasan Ketat
Korsleting Diduga Picu Kebakaran Mobil di Jalan Dr. Cipto Cirebon
OJK Cirebon dan Pemkab Indramayu Perluas Penyaluran KUR bagi UMKM
Cegah Kecelakaan, KAI Daop 3 Cirebon Tutup 16 Perlintasan Sebidang Selama 2025
Empat Residivis Curanmor Ditangkap, Polres Cirebon Kota Kembalikan Motor Korban
Perkuat UMKM, OJK Cirebon Dorong Optimalisasi Penyaluran KUR di Kuningan
Komisi I DPRD Kota Cirebon Minta Lurah Data Bangunan Liar di Bantaran Sungai