Bersihkan Kali Suba Pascabanjir, Pemkot Cirebon Tekankan Larangan Buang Sampah ke Sungai

Selasa, 21 Jan 2025 17:08
    Bagikan  
Bersihkan Kali Suba Pascabanjir, Pemkot Cirebon Tekankan Larangan Buang Sampah ke Sungai
Ist

Kerja Bakti Pascabanjir, Pemkot Cirebon Galakkan Edukasi Kebersihan Sungai ke Masyarakat.

RINGKASNEWS.ID - Pascabanjir yang melanda kawasan Kelurahan Drajat, Kesambi, Pemkot Cirebon memulai tahap rehabilitasi dengan kegiatan pembersihan sungai.

Dipimpin langsung oleh Pj Wali Kota Cirebon, Agus Mulyadi, aksi kerja bakti ini berlangsung pada Selasa (21/1/2025) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait. 

Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu akibat hujan deras dan meluapnya Kali Suba membawa timbunan sampah yang menyumbat saluran air. 

Menurut Agus Mulyadi, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena aliran air yang terganggu memperbesar risiko bencana berulang. 

“Kami fokus membersihkan sampah yang menyumbat drainase di sepanjang Kali Suba. Ini langkah penting untuk memulihkan fungsi aliran air agar bencana serupa tidak terulang,” jelasnya. 

Pembersihan melibatkan Satgas dari tingkat kelurahan dan kecamatan, yang bekerja mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Agus juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. 

“Sampah di sungai bukan hanya memperburuk kondisi saat banjir, tapi juga memicu kerusakan lingkungan jangka panjang. Kami berharap masyarakat lebih peduli menjaga kebersihan sungai,” imbuhnya. 

Pj Wali Kota mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi. 

Ia juga mengingatkan bahwa Kota Cirebon masih dalam status siaga bencana hingga Juni 2025, sehingga mitigasi dan upaya preventif harus terus ditingkatkan. 

Selain pembersihan, Pemkot Cirebon juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memastikan langkah-langkah penanganan bencana berjalan efektif. 

“Kami ingin kerja bakti ini menjadi awal dari kebiasaan baik untuk menjaga lingkungan. Kolaborasi ini harus terus berjalan demi mencegah bencana di masa depan,” pungkas Agus.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Advokat LLAJ: Jangan Hanya Sopir, Perusahaan Angkutan Juga Harus Diusut
Masih Dalam Pemulihan, Lovanya Belum Mengetahui Ayah, Ibu, dan Adiknya Telah Tiada
Tepis Isu yang Beredar, SDN Guntur dan Kanggraksan Pastikan Tak Ada Pungutan
Sebanyak 32 Sarana KAI Daop 3 Cirebon Lulus Uji Kelaikan Operasi
Kepala SDN Nusantara Jaya Klarifikasi Isu MPLS, Seragam dan Buku Dipastikan Tanpa Pungutan
Sengketa Saham RS Permata Cirebon Memanas, Tiga Pendiri Siap Gugat Pembekuan Dividen
Maxi Cirebon Siapkan Turnamen Biliar 9 Ball Home Series 3 pada Agustus
OJK Minta Perbankan Cirebon Raya Tingkatkan Pembiayaan untuk UMKM
Terminal Harjamukti Kaji Penataan Kawasan dan Integrasi Angkutan Umum
Mapag Sri di Luwungkencana Angkat Kisah Asal Usul Desa Lewat Sandiwara
597 Siswa SMKN 1 Susukan Ikuti Edukasi Bahaya Narkoba di Lapas Narkotika Cirebon
Lovanya Masih Alami Trauma, RSUD Gunung Jati Batasi Kunjungan
Pengamat LLAJ Soroti Pernyataan Rem Kurang Maksimal dalam Kecelakaan Truk Gronggong
Warga Larangan Utara dan Selatan Segera Miliki Jembatan Gantung Baru
Lapas Narkotika Cirebon Siapkan PKBM untuk Warga Binaan
Pemkot Cirebon dan Disdik Pastikan Pendampingan untuk Lovanya usai Tragedi Gronggong
Penerimaan Pajak Semester I 2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun
KAI Daop 3 Cirebon Layani 308 Ribu Penumpang Selama Masa Libur Sekolah
Penyebab Kecelakaan Gronggong Diminta Dikaji Menyeluruh, Tak Cukup Dugaan Rem Blong
Duka SDN Guntur: Siswi Korban Kecelakaan Gronggong Jalani Amputasi Kaki Kanan, Sekolah Fokus Pulihkan Mental